Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 November 2020 | 00.41 WIB

Dipecat karena Dukung Machfud, Mat Mochtar: Jiwa Saya Tetap PDIP

Kader senior PDIP ketika ditemui di kediamannya. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Kader senior PDIP ketika ditemui di kediamannya. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Mat Mochtar, kader senior PDIP Surabaya mendeklarasikan dukungan kepada Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Nomor Urut Dua Machfud Arifin dan Mujiaman. Atas dukungan tersebut, pada Kamis (19/11) dia dipecat sebagai kader PDIP.

Mat Mochtar mengaku mengetahui pemecatan tersebut dari media. ”Saya tahu dari media kalau saya dipecat. Saya heran. Saya mulai berjuang di partai ini ketika partai masih susah. Mulai 1993. Dulu saya mengawal Bu Mega di asrama haji. Bareng Romo dan kader lainnya,” ujar Mat Mochtar.

Dia mengklaim terus menjaga marwah dan menyebarkan pesan-pesan partai hingga kini. Sehingga dia menyesalkan pemecatan tersebut.

”Saya pernah dicaci maki sampai disebut PKI. Saya dibilang preman. Saya tidak peduli. Meski dipecat, jiwa raga saya tetap PDI Perjuangan,” tegas Mat Mochtar

Ketika ditanya alasan mendukung pasangan Machfud Arifin-Mujiaman, dia mengatakan, pilihannya didasarkan pada kekecewaan karena rekomendasi PDIP tidak diberikan kepada yang lebih berhak, Wisnu Sakti Buana.

”Kenapa kok rekom nggak ke Pak Wisnu? Malah diberikan ke Eri? Saya tidak melawan partai. Saya melawan arogansi dan kesombongan Bu Risma,” ujar Mat Mochtar.

Dia menegaskan, rekomendasi PDIP yang diberikan kepada Eri Cahyadi adalah kesalahan besar. Sebab, kredibilitas Eri Cahyadi masih diragukan.

Track record yang disematkan Eri anak muda yang berprestasi dan peduli rakyat kecil. Tapi saya tidak melihat itu. Contoh, amblasnya Gubeng itu salah Eri. Banyak gedung cagar budaya jadi hotel, itu andil Eri. Tempat pidato Bung Tomo diratakan dijadikan tempat parkir. Apa pantas seperti itu? Saya sebagai warga Surabaya sangat menolak. Saya menunjukkan bahwa rakyat Surabaya ingin perubahan yang lebih manusiawi dengan memilih Machfud Arifin,” papar Mat Mochtar.

Sementara itu, Ketua Banteng Ketaton Herlambang menyayangkan sikap dan perkataan salah satu ketua DPP PDIP yang menuding Machfud Arifin sebagai pemecah belah partai. ”Saya menyayangkan sikap dan perkataan beliau. Karena menuding Machfud Arifin memecah belah partai. Kami Banteng Ketaton dibentuk sebelum ketemu Machfud Arifin. Kami datang ke Machfud, bukan sebaliknya,” terang Herlambang.

Herlambang menegaskan, pihaknya akan menambah massa di berbagai tempat. ”Yang jelas dengan pernyataan itu, jumlah kami makin besar. Kami bakal gelar apel siaga pada pilkada di tiap TPS,” ujar Herlambang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6uDwMijsR_I

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore