Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2020 | 19.36 WIB

Sebelum Meninggal, Plt Bupati Sidoarjo Masih Rapat Paripurna di DPRD

Foto dokumen Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin. Antara - Image

Foto dokumen Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin. Antara

JawaPos.com - Sepuluh hari lalu, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin memberi kabar melalui pesan WhatsApp. ”Aku sekarang kena flu dan greges, Cak. Hari ini libur kerja. Istirahat,” tulisnya kepada Jawa Pos.

Beberapa hari berselang, pelaksana tugas (Plt) bupati Sidoarjo itu kembali beraktivitas. Mulai menghadiri acara silaturahmi hingga rapat bersama DPRD. Rabu malam (19/8), Cak Nur –sapaan akrabnya– masih mengikuti rapat paripurna di kantor DPRD Sidoarjo.

Saat memberikan sambutan, Cak Nur terlihat lemas. ”Tapi, beliau tidak ingin menunjukkan rasa sakitnya,” kata Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. Hingga, kabar duka itu datang kemarin sore (22/8).

Baca juga: Plt Bupati Sidoarjo Meninggal, Gubernur Jatim: Beliau Pekerja Keras

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo drg Syaf Satriawarman menuturkan, Cak Nur meninggal di RSUD Sidoarjo sekitar pukul 15.00. Dia terkonfirmasi positif Covid-19.

Photo

MENUJU PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Pelayat mengantar jenazah Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin ke pemakaman di Desa Janti, Waru, Sidoarjo, tadi malam. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)

Dirut RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan SpP menyebut Cak Nur mengeluh badannya panas, sesak napas, dan batuk.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Cak Nur mengalami pneumonia. Atok menyarankan rawat inap. Namun, Cak Nur minta rawat jalan. ’’Beliau bilang jam 6 malam juga mau rapat paripurna di DPRD Sidoarjo,” terang Atok.

Baca juga: Cak Nur Wafat, Gubernur Jatim Tunjuk Sekda Sidoarjo sebagai Plh Bupati

Kemarin tiba-tiba Atok dihubungi istri Cak Nur untuk keperluan opname suaminya. Cak Nur dirawat sejak pukul 09.00 dan langsung dites swab. ”Setelah itu, kondisinya semakin buruk, sempat pakai ventilator. Juga, terdeteksi ada penyumbatan di pembuluh darah di jantung,’’ terang Atok.

Sebagai ketua Gugus Tugas Covid-19 Sidoarjo, Cak Nur kerap terjun langsung dalam penanganan kasus korona. Bahkan, saat awal pandemi, tidak ada yang mau memakamkan jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Cak Nur sendiri yang turun tangan dengan memakai alat pelindung diri.

Baca juga: Sebelum Dibawa ke RS, Cak Nur Plt Bupati Sidoarjo Minta Berwudhu Dulu

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Cak Nur. Dia menegaskan, pemerintahan Sidoarjo tidak akan kosong. Sekdakab secara otomatis menjadi pelaksana harian (Plh). ’’Tapi, masa Plh tidak boleh lebih dari 30 hari,’’ jelasnya. Selanjutnya, pemprov menunjuk dan mengusulkan tiga nama ke Kemendagri sebagai Plt bupati.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=UdWTKBLml6w

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore