
TIDAK GRATIS: Sejumlah calon peserta UTBK mengantre untuk mengikuti rapid test di RS Husada Utama, Jumat (3/7). Para peserta UTBK juga menyerbu berbagai fasilitas kesehatan lain yang melayani tes cepat untuk melengkapi syarat mengikuti UTBK yang dimulai 5
JawaPos.com - Kebijakan untuk mewajibkan rapid test bagi peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dalam SBMPTN 2020 diimbangi dengan fasilitas tes gratis di 63 puskesmas se-Surabaya. Namun, gratis itu hanya untuk warga Surabaya yang memiliki kartu Indonesia pintar kuliah dan berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah.
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, disiapkan sekitar 10 ribu rapid test untuk keperluan tes tersebut. Tes gratis telah dimulai kemarin siang sampai sore. Sedangkan hari ini, besok, dan lusa mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00. ”Petugas puskesmas sudah cukup untuk rapid test itu,” kata Feni.
Data dari Pemkot Surabaya mencatat, data pemegang KIP kuliah yang mengikuti UTBK di tiga kampus negeri di Surabaya itu sebanyak 7.294 orang. Di ITS ada 2.744 peserta, di UPN Veteran Jatim ada 786 peserta, dan di Unair ada 4.394 peserta.
Dari total 7.924 peserta tersebut, memang hanya 4.754 orang yang merupakan warga Surabaya. Selebihnya merupakan warga dari luar kota.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengungkapkan, syarat untuk mengikuti rapid test gratis itu, antara lain, peserta masuk dalam kategori MBR. Mereka juga harus menunjukkan kartu UTBK bersama dengan identitas diri atau KTP Surabaya. Selain itu, peserta merupakan pemegang KIPK tahun ajaran 2018–2020. Kartu tersebut wajib ditunjukkan kepada petugas di puskesmas.
Bila hasil rapid test reaktif, peserta tersebut akan mengikuti tes di lain hari. Warga Surabaya yang rapid test-nya reaktif akan menjalani swab. ”Akan ditempatkan ke hotel dulu untuk isolasi mandiri,” ujar dia.
Di Unair, dari total 23.466 peserta UTBK tersebut, ada 4.394 siswa yang menggunakan KIP kuliah. ”Para peserta KIP kuliah yang ber-KTP Surabaya juga bisa rapid test di puskesmas-puskesmas terdekat,” kata Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Achmad Solihin.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Adi Soeprijanto mengatakan, hasil rapat terbatas antara rektor ITS dan Unair bersama wali kota Surabaya, para peserta KIP kuliah ber-KTP Surabaya bisa menjalani rapid test gratis di 63 puskesmas.
”Kami harapkan semua peserta bisa melaksanakan UTBK tanpa halangan,” kata dia.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=PorfleE-S2I
https://www.youtube.com/watch?v=2e2ErDdkaGg
https://www.youtube.com/watch?v=SuB9Q2R1cx8

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
