
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sosialisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Pucang, Kota Surabaya, Minggu (26/4). Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para pedagang saling menjaga jarak fisik atau tidak berhadap-hadapan saat sosialisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Pucang, Jalan Pucang Anom, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jatim, Minggu (26/4).
”Jadi begini, yang tengah diisi penjual biar tidak bergerombol dengan pedagang toko. Jadi pembeli bisa di pinggir jalannya,” kata Wali Kota Risma seperti dilansir dari Antara di Pasar Pucang pada Minggu (26/4).
Menjelang diberlakukan PSBB pada Selasa (28/4), Wali Kota Risma gencar sosialisasi ke pasar-pasar tradisional. Sebelum sosialisasi di Pasar Pucang, sehari sebelumnya, Sabtu (25/4), Risma juga melakukan sosialisasi di Pasar Genteng.
Saat tiba di Pasar Pucang, Risma langsung menuju lorong bagian buah. Dia meneliti satu per satu stan beserta jarak pedagang antara satu dengan yang lain. Sekitar 15 menit berada di area buah tersebut, dia bergeser menuju lorong bagian pakaian. Risma memberikan beberapa arahan, salah satunya adalah menggeser pedagang pakaian di pinggir lorong menjadi di tengah.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, fungsi memindahkan pedagang sedikit maju ke tengah agar pedagang tidak berhadap-hadapan satu dengan pedagang lainnya atau menerapkan jaga jarak fisik.
”Jadi saling membelakangi. Itu arahan Bu Wali Kota untuk Pasar Pucang. Untuk penataan buahnya sudah bagus. Mereka sudah berselang-seling dan tidak berhadapan,” kata Hebi.
Sesuai dengan protokol COVID-19, Hebi memastikan agar para pedagang dan pengunjung pasar tetap menggunakan masker. Menurut dia, jika ada warga yang tidak menggunakan masker, baik pedagang maupun pembeli mereka dilarang masuk pasar.
Selain itu, lanjut dia, nanti pasar-pasar tersebut dilakukan pemantauan setiap hari. Hebi mengaku sudah koordinasi dengan Dirut PD Pasar Surabaya dan camat untuk memantau sesuai dengan protokol. ”Kita antisipasi untuk PSBB yang akan dimulai Selasa (28/4),” terang Hebi.
Hebi mengatakan, setiap pasar juga disiapkan alat pengukur suhu tubuh oleh petugas di pasar tersebut. ”Semua yang masuk pasar dicek suhu tubuhnya. Lebih dari 38 derajat dilarang masuk,” ucap Hebi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=dFIExFe5_SA
https://www.youtube.com/watch?v=Xg4Dcl85KEs
https://www.youtube.com/watch?v=nI_SUJ-nk0w

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
