Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 April 2020 | 23.32 WIB

Risma Minta Pedagang Jaga Jarak saat Sosialisasi PSBB di Pasar Pucang

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sosialisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Pucang, Kota Surabaya, Minggu (26/4). Humas Pemkot Surabaya/Antara - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sosialisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Pucang, Kota Surabaya, Minggu (26/4). Humas Pemkot Surabaya/Antara

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para pedagang saling menjaga jarak fisik atau tidak berhadap-hadapan saat sosialisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Pucang, Jalan Pucang Anom, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jatim, Minggu (26/4).

”Jadi begini, yang tengah diisi penjual biar tidak bergerombol dengan pedagang toko. Jadi pembeli bisa di pinggir jalannya,” kata Wali Kota Risma seperti dilansir dari Antara di Pasar Pucang pada Minggu (26/4).

Menjelang diberlakukan PSBB pada Selasa (28/4), Wali Kota Risma gencar sosialisasi ke pasar-pasar tradisional. Sebelum sosialisasi di Pasar Pucang, sehari sebelumnya, Sabtu (25/4), Risma juga melakukan sosialisasi di Pasar Genteng.

Saat tiba di Pasar Pucang, Risma langsung menuju lorong bagian buah. Dia meneliti satu per satu stan beserta jarak pedagang antara satu dengan yang lain. Sekitar 15 menit berada di area buah tersebut, dia bergeser menuju lorong bagian pakaian. Risma memberikan beberapa arahan, salah satunya adalah menggeser pedagang pakaian di pinggir lorong menjadi di tengah.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, fungsi memindahkan pedagang sedikit maju ke tengah agar pedagang tidak berhadap-hadapan satu dengan pedagang lainnya atau menerapkan jaga jarak fisik.

”Jadi saling membelakangi. Itu arahan Bu Wali Kota untuk Pasar Pucang. Untuk penataan buahnya sudah bagus. Mereka sudah berselang-seling dan tidak berhadapan,” kata Hebi.

Sesuai dengan protokol COVID-19, Hebi memastikan agar para pedagang dan pengunjung pasar tetap menggunakan masker. Menurut dia, jika ada warga yang tidak menggunakan masker, baik pedagang maupun pembeli mereka dilarang masuk pasar.

Selain itu, lanjut dia, nanti pasar-pasar tersebut dilakukan pemantauan setiap hari. Hebi mengaku sudah koordinasi dengan Dirut PD Pasar Surabaya dan camat untuk memantau sesuai dengan protokol. ”Kita antisipasi untuk PSBB yang akan dimulai Selasa (28/4),” terang Hebi.

Hebi mengatakan, setiap pasar juga disiapkan alat pengukur suhu tubuh oleh petugas di pasar tersebut. ”Semua yang masuk pasar dicek suhu tubuhnya. Lebih dari 38 derajat dilarang masuk,” ucap Hebi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=dFIExFe5_SA

 

https://www.youtube.com/watch?v=Xg4Dcl85KEs


https://www.youtube.com/watch?v=nI_SUJ-nk0w

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore