
CEK KELAINAN: Dokter Vivin memeriksa mata salah seorang pasien. (RS Mata Undaan for Jawa Pos)
JawaPos.com – Penyakit diabetes melitus bisa komplikasi ke organ tubuh lainnya. Salah satunya, menyasar bagian mata. Pasien menderita retinopati diabetik. Ini adalah kerusakan pembuluh darah pada jaringan di belakang mata (retina) yang disebabkan gula darah yang kurang terkontrol.
Berdasar data RS Mata Undaan, pada 2017–2019, makin banyak pasien yang berobat. ”Persentasenya naik 10 persen per tahun,” kata dr Noviana Kurniasari Vivin SpM, staf medis divisi vitreoretina di RS Mata Undaan, kemarin (3/3).
Dia menyebutkan, pasien datang terlambat. Artinya, kondisinya sudah parah. Dokter yang akrab disapa Vivin itu menuturkan, kondisi yang sudah parah tersebut salah satunya ditandai dengan kedua mata yang buram. Bahkan, saat dilakukan pemeriksaan, beberapa pasien baru tahu bahwa dirinya ternyata menderita diabetes alias kencing manis. ”Ada lho yang nggak tahu kalau punya kencing manis. Pas periksa mata, kami cek gula darahnya ternyata tinggi, di kisaran 300 mg/dl–400 mg/dl,” ujarnya.
Dia menambahkan, beberapa pasien juga kerap tidak jujur mengatakan durasi sakit kencing manis yang dideritanya. Atau mereka memang baru mengetahui penyakit tersebut ada dalam tubuhnya baru-baru ini saja, padahal sebetulnya sudah cukup lama. ”Mata bisa mengatakan segalanya. Kalau kondisi matanya sudah parah, nggak mungkin kena kencing manis baru 1–2 tahun. Kalau sudah kena ke retinanya, pasti kencing manisnya minimal sudah 5 tahun,” imbuh alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Unair itu.
Usia mayoritas penderita penyakit tersebut lebih dari 40 tahun. Hanya saja, Vivin menyebutkan, beberapa waktu belakangan ada perubahan tren yang terjadi. Yakni, pasien usia-usia produktif, yakni usia 20–30 tahun sudah mengalami komplikasi itu.
Vivin menuturkan, penderita diabetes di usia yang sangat muda kemungkinan retinopati diabetiknya cepat memburuk. ”Sebab, durasi menderita kencing manisnya lebih lama,” katanya.
Vivin mengatakan, kondisi kejernihan mata tidak bisa dikembalikan persis seperti sedia kala. ”Ya harus diterima memang kondisi matanya tidak bisa seterang dulu,” lanjutnya.
Jumlah Pasien Retinopati Diabetes:
2017 : 1.476
2018 : 1.508
2019 : 1.884
Sumber: RS Mata Undaan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
