
EFEK JERA: Dua tersangka geng anak digiring ketika rilis penangkapan Senin (14/10). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
JawaPos.com - Eksistensi geng di metropolis terus disorot polisi. Korps Bhayangkara belum berhenti melakukan pemetaan. Hasil analisis tersebut dipakai untuk deteksi dini. Jangan sampai geng berulah dan merugikan masyarakat.
Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha menyatakan, saat ini pihaknya intens memantau grup media sosial (medsos) geng-geng itu. Dari analisisnya, masifnya penindakan akhir-akhir ini cukup ampuh untuk memberikan efek jera. Giadi menyebutkan, berdasar pantauan, tidak sedikit anggota grup yang bedol desa. Mereka ramai-ramai keluar ”Terutama Kampung Jawara,” jelasnya kemarin (15/10).
Dia meyakini, geng tersebut tidak akan bertahan lama. Namun, bukan berarti tugas jajarannya sudah selesai. Giadi menuturkan, ada grup medsos geng lain yang masih bergeliat. ”All Star,” sebutnya. Geng itu diketahui mempunyai rivalitas tinggi dengan Kampung Jawara.
Menurut alumnus Akpol 2012 tersebut, komposisi geng All Star tidak beda jauh dengan Kampung Jawara. Geng itu terdiri atas beberapa geng kecil. ”Semacam aliansi,” terangnya.
Berdasar catatannya, jumlah geng kecil All Star mencapai puluhan. ”Sejauh ini terpantau 61. Kampung Jawara padahal tidak sampai sepuluh,” sambung polisi dengan dua balok di pundak tersebut.
Mirip dengan Kampung Jawara. Kebanyakan anggota All Star juga merupakan anak di bawah umur. Beberapa di antaranya perempuan. ”Lebih besar daripada Kampung Jawara,” katanya. ”Jika ditarik benang merah, geng ini menjadi pemicu perseteruan,” imbuhnya.
Dasar pernyataan itu adalah keterangan anggota geng Kampung Jawara. Mereka mengaku selama ini kerap diledek. Dianggap geng kacangan. Lantaran emosi, beberapa anggota akhirnya kalap. ”Obrolan di grup Kampung Jawara sendiri memang lebih banyak diisi dengan candaan daripada perseteruan dengan geng lain,” paparnya.
Hal itu berbanding terbalik dengan grup All Star. Giadi mengatakan, obrolan di grup medsos tersebut cenderung provokatif. Tidak sedikit anggota geng All Star yang membahas rencana tawuran.
Bahkan, lanjut dia, ada anggota yang terang-terangan menawarkan senjata tajam (sajam). ”Dipakai untuk bekal tawuran,” jelasnya. Giadi menyebutkan sudah mendeteksi tempat tinggal anggota geng itu. Namun, yang bersangkutan tidak ada saat didatangi. ”Masih buron,” ungkapnya.
Dia berharap potensi kriminal geng itu tidak dianggap sebelah mata. Jika dibiarkan, peluangnya untuk menyamai geng di daerah lain sangat terbuka.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
