
DITERTIBKAN: Anggota geng beserta barang bukti diamankan polisi. Mereka dicegah saat hendak tawuran dengan geng lain. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Rivalitas geng Kampung Jawara dan geng All Star berbuntut panjang. Sejumlah anggotanya beberapa kali berurusan dengan polisi. Pada Minggu (6/10), misalnya. Dua geng itu nyaris tawuran. Beruntung, aksinya berhasil digagalkan.
Menurut catatan polisi, sembilan anggota geng Kampung Jawara diamankan di Polrestabes Surabaya. Sementara itu, tujuh anggota geng All Star dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha menyatakan, pihaknya tidak menahan sembilan anak yang nyaris tawuran itu Mereka dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan. Syaratnya, mereka harus membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Juga, dijemput keluarganya ketika pulang. ’’Unsur pidana mereka belum ada,’’ katanya kepada Jawa Pos kemarin (7/10).
Mereka, kata Giadi, diamankan ketika hendak tawuran. Jadi, belum ada korban. Barang bukti yang disita pun dianggap tidak memenuhi unsur pelanggaran. Sebab, tidak ada senjata tajam (sajam).
Giadi memaparkan, barang bukti dari sembilan anak itu hanya motor yang dipakai sebagai sarana dan ponsel untuk komunikasi. Juga, dua ikat pinggang dengan kepala besi. ’’Memang, ikat pinggang itu bisa dibuat melukai, tetapi kategorinya bukan sajam,’’ jelasnya. ’’Yang jelas belum dipakai untuk memakan korban,’’ tambahnya.
Dia lantas menceritakan kronologi pencegahan tawuran tersebut. Anak buahnya mendapat informasi adanya sekumpulan pemuda di Jalan Simo Pomahan. Jumlahnya sekitar 40 orang. Mereka disebut-sebut sebagai anggota geng Kampung Jawara. ’’Memang biasa kumpul. Namun, jumlahnya tidak sebanyak itu,’’ ucap polisi dengan dua balok di pundaknya tersebut.
Dugaan bahwa mereka akan berulah menjadi kenyataan. Beberapa saat setelah dipantau, gerombolan itu bergeser ke Jalan Demak, lalu melawan arus ke Jalan Pasar Turi. Mereka selanjutnya mengarah ke Jalan Indrapura. ’’Indrapura termasuk salah satu markas All Star. Beberapa anggotanya dilaporkan kerap nongkrong di sana,’’ paparnya.
Giadi dan personelnya tidak mau kecolongan. Mereka langsung menyergap para pemuda itu. Gerombolan anggota geng Kampung Jawara kontan kalang kabut. ’’Lima orang bisa kami amankan,’’ kata alumnus Akpol 2012 tersebut.
Sebagaimana diketahui, semua masih anak-anak. Masing-masing berinisial AH, JL, RZ, HE, dan DS. Tidak lama berselang, pihaknya kembali mengamankan empat orang di Jalan Pesapen. ’’Juga masih bocah semua,’’ lanjut Giadi. Inisialnya IK, BD, DA, dan LY. Inisial terakhir adalah perempuan.
Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangun mengaku prihatin dengan munculnya geng-geng di metropolis. Terlebih, mayoritas anggotanya masih anak-anak. Misalnya, Geng Kampung Jawara dan All Star.
Chandra menjelaskan, pemerintah selalu memberikan atensi terhadap problem yang melibatkan anak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
