Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 September 2019 | 22.48 WIB

Transportasi Publik yang Smart Dibutuhkan Kota Besar

MELONTARKAN GAGASAN: Para pakar dari ITS ketika berdiskusi mengenai tantangan pemimpin Surabaya. Mereka membahas persoalan Surabaya dari beragam aspek. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

MELONTARKAN GAGASAN: Para pakar dari ITS ketika berdiskusi mengenai tantangan pemimpin Surabaya. Mereka membahas persoalan Surabaya dari beragam aspek. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

HAMPIR semua pakar yang terlibat dalam diskusi di redaksi Jawa Pos menyebut problem transportasi di Surabaya belum teratasi. Terutama untuk publik yang seharusnya menjadi bagian dari kota besar. Masih banyak yang bingung dari kampus ke Jalan Tunjungan naik apa?

---

Pakar transportasi ITS Ir Hera Widyastuti MT PhD mengatakan bahwa transportasi itu dibutuhkan mulai dari lahir hingga mati. Begitu pentingnya sarana-prasarana transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat. Nah, Surabaya belum punya sarana transportasi yang andal hingga sekarang.

”Jika ada yang tanya dari kampus (ITS, Red) mau ke Tunjungan naik (transportasi umum) apa? Itu sulit dijawab. Karena kita tidak punya akses transportasi yang smart,” ujar Hera.

Berbeda halnya dengan kota-kota besar di luar negeri. Sebut saja Singapura. Dari Bandara Changi sudah tersedia aneka sarana transportasi menuju lokasi tujuan dengan sangat baik. Dengan panduan peta pun, turis bisa dengan mudah mengunjungi tujuan wisatanya. ”Tanpa harus bingung lagi kalau di Singapura atau kota di negara lain. Nah, di Surabaya ini belum terfasilitasi dengan baik. Kadang bingung harus merekomendasikan transportasi apa,” katanya.

Hera menuturkan, transportasi juga mengenal prinsip aman, nyaman, lancar, hemat, dan smart. Namun, di Surabaya prinsip-prinsip itu belum terwujud. Contohnya, untuk menuju ke halte bus umum (Suroboyo Bus), masyarakat harus naik motor terlebih dahulu. Sebab, tidak ada transportasi umum yang sampai ke permukiman. ”Di Surabaya kalau mau jalan kaki saja, banyak yang melihat. Seolah jalan kaki itu aneh. Jadi kalau mau jalan kaki, jadi risi dilihatin. Kecuali bule ya. Akhirnya dibablasne naik sepeda motor,” kata Hera.

Yang menjadi pilihan akhirnya transportasi online. Masyarakat mulai memanfaatkan transportasi online yang dirasa bisa menjangkau hingga permukiman. Hal itu disebabkan transportasi umum tidak bisa bekerja dengan optimal.

”Di Surabaya transportasi online juga memunculkan masalah baru dengan munculnya lokasi-lokasi parkir sembarangan di pinggir jalan. Menurut saya, tantangan wali kota Surabaya ke depan masih pada transportasi umum,” katanya.

Berbicara tentang kebutuhan transportasi umum di Surabaya selalu berkaitan dengan kota-kota sekitar. Pakar perencanaan wilayah kota Adjie Pamungkas mengatakan, pemimpin Surabaya bukan untuk Surabaya saja. Namun, juga untuk SMA (Surabaya Metropolitan Area). Artinya, pembangunan di Surabaya harus bisa diintegrasikan dengan kota sekitar. ”Surabaya tidak bisa berpikir untuk Surabaya saja,” ujarnya.

Pakar Smart City ITS Endroyono mengatakan bahwa masyarakat ingin menemukan pemimpin masa depan yang siap mengomando Surabaya. Saat ini, Risma sudah punya standar tinggi. Sebanyak 95 persen penduduk tidak tahu siapa yang bisa menggantikan Risma. Itu artinya, 95 persen pengganti Risma bisa tidak pede.“Indikatornya, masyarakat menuntut itu. Move on susah banget,” katanya.

Endroyono menuturkan, dirinya mempunyai data bagus untuk kinerja Surabaya, maka tantangan tentang pemimpin Surabaya ke depan. Pemimpin Surabaya dituntut orang-orang divergent (berbeda). Tidak kuat dalam satu bidang. “Jadi tidak lagi berbicara wayahe Unair, wayahe ITS lagi. Masalah tidak akan selesai tentang hal itu,” ujar Endroyono lantas tertawa.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore