
Photo
JawaPos.com - Kebutuhan akan hunian warga Sidoarjo sangat tinggi. Kompleks perumahan terus bermunculan hingga ke daerah pinggiran seperti Tulangan dan Prambon.
Peluang itu ditangkap para pengembang properti. Salah satu pengembang, PT Indraprasta Graha Utama (IGU), memilih Tulangan dan Prambon karena permintaan di lokasi tersebut sangat tinggi.
Bambang Muknanto, marketing officer PT IGU, menyebutkan, salah satu peminat properti itu adalah para korban lumpur Porong pada 2006. ”Waktu itu harganya masih Rp 55 juta. Itu pun rumah subsidi,” tutur Bambang saat hadir dalam Sidoarjo Properti Expo (Sipex) 2019 di Lippo Plaza kemarin (31/8).
Sekarang nilai jual rumah semakin mahal. Harga paling rendah Rp 470 juta–Rp 485 juta. Itu pun tetap laris. Sebab, taraf hidup masyarakat Kota Delta mulai tinggi. Kebanyakan pembeli berprofesi pengusaha.
”Ingin cari rumah murah untuk keluarga baru. Di kota harga properti sudah di atas Rp 600 juta,” katanya.
Ketua Penyelenggara Sipex 2019 Muhammad Dail Haromain menyampaikan, pameran kali ini tidak hanya menyajikan rumah untuk kelas menengah ke bawah. Beberapa pengembang juga menyajikan hunian kelas atas. Pengunjung tidak akan bingung mencari tempat tinggal. ”Hunian di atas Rp 1 miliar ada. Mau cari apartemen atau ruko juga tersedia,” jelasnya.
Menurut Dail, pameran properti di Kota Delta merupakan tantangan. Sebab, sebagian besar pencari rumah baru adalah pendatang. Terutama warga Surabaya. Di Kota Pahlawan tidak ada lagi rumah murah. Rata-rata di atas Rp 900 juta. Sedangkan di Sidoarjo masih terdapat hunian sekitar Rp 400 juta. ”Sekitar 80 persen pembeli memang dari Surabaya,” terangnya.
Karena itu, banyak pengembang lebih memilih mengikuti pameran di Surabaya. ”Sipex kali ini ingin membuktikan bahwa pengunjung di sini juga banyak,” lanjutnya. Dilihat dari jumlah peserta, Dail mencatat, ada 28 pengembang. Jumlah itu melebihi target panitia. Hanya 20 stan. ”Antusiasme tinggi,” ujarnya.
Pameran telah berlangsung dua hari. Berdasar laporan, sebagian pengembang sudah menerima pembelian hunian. Jika ditotal, masing-masing sekitar lima unit yang laku. Angka pembelian itu akan terus bertambah hingga pameran selesai pada Minggu (8/9). ”Target keseluruhan, pemasukan sekitar Rp 75 miliar. Atau, dua unit per stan laku,” ungkapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
