
PERSEMAYAMAN TERAKHIR: Petugas menata bunga di peti jenazah korban pembunuhan Angeline Nathania di Krematorium Adi Jasa, Kamis (8/6).
JawaPos.com – Polisi memastikan mayat perempuan dalam koper yang ditemukan di jurang kawasan Pacet, Mojokerto, pada Rabu (7/6) adalah Angeline Nathania. Perempuan 22 tahun itu dilaporkan hilang sejak Mei lalu.
Tania, sapaan Angeline Nathania, diduga tewas dicekik Rochmad Bagus Apriyatna alias Roy yang tidak lain adalah guru les musiknya.
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce menyatakan, penyidik sudah berkoordinasi dengan petugas forensik untuk lebih memastikan penyebab kematian. Sebab, sejauh ini keterangan hanya berasal dari Roy.
”Hingga hari ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter,” ujarnya Kamis (8/6).
Menurut dia, terduga pelaku yang sudah ditangkap adalah orang dekat Tania. Roy merupakan guru les musik korban sejak SMA.
”Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui terakhir terlihat bersama yang bersangkutan,” ucap Pasma.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana menambahkan, korban pamit untuk mengikuti ujian di kampus sebelum akhirnya hilang. Tania saat itu membawa mobil Mitsubishi Xpander bernopol L 1893 FY. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) tersebut terdeteksi pulang bersama Roy.
Namun, pencarian terhadap pria 41 tahun itu tidak berjalan mudah. Warga Gunung Anyar Kidul tersebut mendadak menghilang. Nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi. ”Hingga akhirnya kami tangkap di Pacet, Mojokerto,” jelasnya.
Roy mengakui membunuh korban di sebuah apartemen di wilayah Wonocolo pada Rabu (3/5). ”Motifnya karena sakit hati,” kata Mirzal.
Roy yang juga kekasih korban diduga emosi karena merasa diabaikan. Mereka sempat cekcok. Roy yang kalap kemudian mencekiknya. Jenazah Tania lantas dimasukkan koper dan dibungkus plastik empat lapis. Koper itu dibawa ke Pacet sehari berselang dan dibuang ke jurang.
Mirzal mengatakan, motif lain pembunuhan adalah keinginan pelaku menguasai mobil korban. Sebab, Roy juga menggadaikannya. Nopol kendaraan itu sengaja diubah dengan pelat palsu agar tidak teridentifikasi. ”Mobil sudah kami amankan,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa kondisi tubuh mayat di dalam koper tidak termutilasi. Namun, jasadnya sulit dikenali secara kasatmata. ”Makanya perlu dipastikan dulu dengan pemeriksaan,” katanya.
Sementara itu, kabar Tania menjadi korban pembunuhan mengundang banyak simpati. Kemarin aparat kepolisian dan Kecamatan Gunung Anyar mengunjungi rumah Tania di Gunung Anyar. Namun, rumah tersebut sudah dihuni oleh orang lain.
Ketua RW 06 Gunung Anyar Asri Wahyudi mengaku kaget mendengar kabar Tania menjadi korban pembunuhan. Dia mengaku terakhir bertemu dengan orang tua korban awal 2023. ”Untuk meminta surat pindah domisili, terakhir ketemu Pak Bambang (ayah korban) ya itu, terus dengar kabar ini,” jelasnya.
Wahyudi mengenal keluarga Tania cukup baik. Mereka sering berinteraksi dengan warga sekitar. ”Namun, sudah tidak tinggal di sini kurang lebih tiga tahunan,” ungkapnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
