
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. (Indra Setiawan/Antara)
JawaPos.com–Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni menyoroti masih banyak warga yang buang sampah di sungai. DPRD mendorong Pemkot Surabaya menggandeng influencer untuk membantu memberikan edukasi lingkungan.
”Kami menilai penyebab genangan dan banjir di sejumlah titik Kota Pahlawan bukan semata persoalan infrastruktur, tapi juga kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap kebersihan lingkungan,” kata Fathoni seperti dilansir dari Antara.
Dia menyoroti masih banyak warga yang sengaja membuang sampah besar seperti kasur dan sofa ke Sungai. Padahal sudah ada peraturan daerah yang melarang dan mengatur sanksinya.
”Perdanya sudah ada, membuang sampah sembarangan itu dendanya Rp 50 juta. Tapi kenapa tidak efektif? Karena kalau pemerintah yang ngomong, sering dianggap angin lalu,” ujar Fathoni.
Dia mendorong Pemerintah Kota Surabaya mengubah pendekatan edukasi publik, dengan melibatkan influencer dan pegiat media sosial. Hal itu agar pesan menjaga kebersihan sungai bisa lebih mudah diterima masyarakat.
”Sekarang ini eranya algoritma. Yang berpengaruh bukan pejabat, tapi pegiat media sosial. Jadi Pemkot harus menggandeng mereka untuk membangun kesadaran kolektif,” tutur Arif Fathoni.
Menurut Fathoni, pemerintah bisa mendorong gerakan partisipatif masyarakat, bahkan memberikan apresiasi kepada warga yang membantu mengawasi perilaku pembuangan sampah sembarangan.
”Kalau sudah ada kesadaran, rakyat bisa jadi pagar ayu bagi kebijakan Pemkot. Misalnya, warga yang merekam orang buang sampah ke sungai bisa diberi penghargaan,” ungkap Arif Fathoni.
Selain soal perilaku warga, Fathoni juga menjelaskan bahwa program pengendalian genangan dan banjir di Surabaya belum selesai pada 2025 dan masih akan dilanjutkan tahun depan.
Pemkot disebut terus membangun saluran baru, rumah pompa, hingga sistem konektivitas antar saluran untuk mempercepat aliran air.
”Surabaya ini daerah kantong air. Aliran dari Malang, Brantas, sampai Bengawan Solo larinya ke sini. Karena itu, pembangunan pengendalian banjir memang bertahap,” terang Arif Fathoni.
DPRD dan Pemkot, lanjut dia, telah menyiapkan skema pembiayaan alternatif agar proyek infrastruktur tak terhenti akibat keterbatasan anggaran
”Kita targetkan proyek tuntas 2027, supaya masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” tandas Fathoni.
Sebagai contoh, Fathoni menyinggung wilayah Ketintang yang dulunya selalu banjir, kini mulai bebas genangan setelah perbaikan konektivitas saluran air.
”Dulu air dari Ketintang dibuang ke arah Rungkut, jadi lama surutnya. Sekarang sudah dibuang ke Sungai Karah, alirannya cepat dan tidak menggenang,” ucap Arif Fathoni.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
