
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menerbitkan Surat Edaran penerapan jam malam. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya akan menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota untuk memberlakukan jam malam bagi anak-anak.
"Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk mencegah terjadinya tawuran atau, hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan. Ini adalah upaya kita bersama dalam menjaga keamanan kota," terang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (20/6).
Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru. Pemkot Surabaya pernah memberlakukannya pada 2022 lalu, saat geng motor sedang marak. Saat itu, dukungan warga sangat besar hingga jam malam bisa berjalan efektif di seluruh wilayah Surabaya.
"Saya berharap inisiatif ini muncul dari kesadaran kolektif warga untuk menjaga lingkungan masing-masing. Karena itu, konsep jam malam akan diintensifkan di setiap RW,” lanjutnya.
Dalam penerapannya, Eri akan melibatkan peran aktif dari keluarga. Setiap orang tua diharapkan memantau keberadaan dan mengetahui aktivitas anak-anak mereka. Terlebih ketika ketika anak pulang lebih dari jam 21.00 WIB.
Jika sampai pukul 22.00 WIB anak belum kembali, orang tua diminta untuk menanyakan keberadaan buah hati mereka kepada teman atau orang terdekat, serta membuat laporan ke pengurus RW.
Selanjutnya, pengurus RW dapat meneruskan informasi ke layanan darurat 112. Eri sedikit membocorkan, pada surat edaran terbaru, orang tua diharuskan untuk mengetahui alamat lengkap dan detail keberadaan anak.
"Apabila pukul 22.00 WIB anak belum pulang, kami akan menjemput anak tersebut di lokasi yang dituju. Mereka yang kedapatan berkumpul di pinggir jalan, akan kami amankan dan orang tuanya akan dipanggil," seru Eri.
Wali Kota Surabaya dua periode itu menyadari bahwa anak-anak mungkin belum sepenuhnya memahami dampak dari perbuatan mereka. Maka dari itu, peran orang tua krusial dalam membimbing mereka.
“99 persen kasus tawuran dan konsumsi miras pada anak sering kali karena faktor keluarga, seperti perceraian atau kekerasan dalam rumah tangga. Inilah esensi dari penerapan jam malam yang kami maksud," imbuh Eri.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
