
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyegel parkir minimarket yang belum menyediakan juru parkir gratis dan berseragam. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Meski menuai pro dan kontra, penerapan parkir gratis di minimarket Surabaya disambut gembira sebagian masyarakat. Namun, baru hitungan bersorak, muncul wacana diterapkannya kembali parkir berbayar.
Wacana ini bergulir seusai Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perparkiran, kemudian memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Sabtu (14/6) lalu.
Eri menduga pengusaha minimarket tidak sepenuhnya terbuka dalam melaporkan jumlah kendaraan yang terparkir setiap bulan, sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya.
"Saya itu baru tahu yang disetor (minimarket untuk pajak parkir ke Pemkot Surabaya) Rp 175.000 - Rp 250.000 per bulan, waduh kaget saya. Itu parkirnya (beroperasi) 24 jam. Ini nggak masuk akal," tutur Eri baru-baru ini.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat Pemkot Surabaya akan melakukan pertemuan dengan pengusaha minimarket dan toko modern lainnya untuk menentukan skema pengelolaan parkir yang bijak.
“Daripada parkir gratis ini menimbulkan kerugian dan kesulitan perhitungan, lebih baik parkir dikelola secara profesional dan transparan. Pendapatan yang jelas dari pengelolaan parkir ini akan langsung masuk ke PAD,” imbuhnya.
Tanggapan warga Surabaya soal wacana parkir berbayar di minimarket
Rencana Wali Kota Eri Cahyadi mengembalikan sistem parkir berbayar pun menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, seperti Jessica Laurent, warga Kecamatan Genteng, Surabaya.
"Saya sendiri tidak setuju, aneh sekali kalau sudah diterapkan gratis, malah mau kembali ke setelan awal (berbayar) yang memberikan ruang ada kang parkir (juru parkir) liar," tutur Jessica kepada JawaPos.com, Selasa (17/6).
Ia menilai kebijakan Eri Cahyadi terkesan plin plan dan terlalu tergesa-gesa. Jika parkir berbayar diberlakukan lagi, Jessica khawatir akan memengaruhi minat warga belanja di minimarket.
"Kalau masyarakat gak nyaman sama sistem parkir yang ribet, lama-lama akan malas ke minimarket. Ini bukan wacana yang baik bagi saya selaku konsumen minimarket dan warga Surabaya," tuturnya.
Warga Pabean Cantikan, Husni Habib juga mengungkapkan pendapat serupa. Husni tidak setuju jika parkir di minimarket yang kini digratiskan, dikembalikan lagi ke sistem parkir berbayar.
"Saya nggak tahu ya nanti pengelolaannya bakal transparan atau bagaimana. Tetapi menurut saya ini terlalu berubah-ubah. Sebelumnya berbayar, lalu digratiskan, masa sekarang mau balik be berbayar lagi," keluh Husni.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang ke minimarket hanya sebentar, misalnya membeli air mineral atau tarik tunai di ATM. Menurutnya, kunjungan singkat ini tidak layak dibebani tarif parkir.
"Saya sendiri pilih minimarket yang nggak ada jukirnya. Kalau sekarang diberlakukan sistem bayar, ya agak berat ya. Maksudnya masa orang ke minimarket sekedar beli air mineral Rp 3 ribu, tapi ditarik parkir Rp 3 ribu," tambahnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
