Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Juni 2025 | 23.25 WIB

Produksi Padi Jatim Tembus 8,7 Juta Ton di Semester Pertama 2025, melonjak lebih dari 1 Juta Ton!

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat panen padi beberapa waktu lalu. (Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat panen padi beberapa waktu lalu. (Pemprov Jatim)

JawaPos.com – Produksi padi Jawa Timur terus menunjukkan tren positif di tahun 2025. itu terlihat dari hasil panen yang meningkat signifikan.

Berdasarkan data sementara BPS per 2 Juni 2025, potensi produksi padi Jatim pada periode Januari hingga Juli diperkirakan mencapai 8.784.027 ton Gabah Kering Panen (GKP). Setara dengan 7.305.785 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau 4.218.508 ton beras.

Jumlah tersebut naik signifikan dibanding periode yang sama pada tahun 2024, yakni sebesar 7.754.335 ton GKP. Artinya, produksi padi Jatim naik 1.029.692 ton atau tumbuh 13,28 persen.

Kenaikan juga terlihat dari total GKG yang bertambah 856.407 ton dibanding tahun lalu. Sementara dari sisi konversi ke beras, ada peningkatan 494.501 ton beras atau 13,28 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai 3.724.001 ton.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut ini sebagai bukti nyata kontribusi Jatim dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Kalau kita bicara dari Jatim, yang produksinya tertinggi secara nasional lima tahun berturut-turut, maka kita siap menjadi garda terdepan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional,” tegas Khofifah.

Peningkatan ini turut ditopang oleh kenaikan luas tanam dan panen padi di Jatim. Untuk periode Januari–Juli 2025, luas panen padi di Jatim tercatat mencapai 1.299.222 hektare, naik 13,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Capaian tersebut memperkuat kontribusi Jatim terhadap pertanian nasional yang pada triwulan I tahun 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 10,52 persen secara year-on-year. Dari angka itu, Jawa Timur menyumbang sekitar 12,10 persen terhadap pertanian nasional.

Menurut Khofifah, sektor pertanian kini makin menunjukkan hasil nyata dari kebijakan yang berpihak kepada petani dan penguatan produksi pangan.

Ia menyebut produksi padi dan jagung sebagai kontributor terbesar, disusul subsektor peternakan yang juga mengalami pertumbuhan.

“Sektor pertanian menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional. Selain menyediakan pangan, sektor ini juga menciptakan lapangan kerja, menjaga stabilitas harga, dan memperkuat daya saing bangsa,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada 2024 Jawa Timur menempati posisi puncak daftar provinsi penghasil padi terbesar se-Indonesia dengan total produksi mencapai 9,28 juta ton GKG.

Disusul Jawa Tengah (8,89 juta ton), Jawa Barat (8,63 juta ton), Sulawesi Selatan (4,82 juta ton), dan Sumatera Selatan (2,91 juta ton).

“Dengan capaian ini, Jatim siap memberikan kontribusi maksimal untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” imbuh Khofifah.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore