
Tangkapan layar sidak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ke salah satu minimarket di Surabaya. (Instagram @surabaya)
JawaPos.com-Langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberantas juru parkir (jukir) liar menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Videonya yang menyegel lahan parkir minimarket pun viral di media sosial.
Salah satunya video berdurasi 6 menit 45 detik yang diunggah akun Instagram @surabaya, Selasa (10/6). Video tersebut telah ditonton lebih dari 2 juta kali dan disukai 31 ribu lebih akun Instagram.
"Sampean tutup saiki, sampai ada jukir resmi yang pakai rompi alfamart, boleh dibuka lagi. Gawe gaduh Surabaya ae," tutur Eri dalam video tersebut, setelah mendapati adanya jukir liar di minimarket Jalan Dharmahusada.
Tak sampai 24 jam, unggahan video tersebut dibanjiri beragam komentar dari 5 ribu lebih warganet. Alih-alih mengapresiasi, banyak warganet justru mengkritik langkah Eri yang keliru.
"Pak, solusinya sampean menyuruh tutup itu kenapa? masalahnya itu sama jukir (liar), Pak. Bukan dengan yang punya toko," tutur pemilik akun Instagram @ilham*** di kolom komentar.
Warganet lain juga menuliskan komentar serupa. Pemilik akun instagram @fajar*** menyebut kebijakan yang dibuat orang nomor satu di Surabaya ini blunder dan tidak win-win solution.
"Gara-gara jukir liar, malah matiin rezeki pengusaha, ya lama-lama Surabaya gak ada investor masuk bos, yang buat gaduh Surabaya itu (oknum) jukir liar, bukan minimarket," tulis dia.
Komentar menohok juga dilontarkan banyak warganet. "Ngakak, targetnya berantas jukir liar, yang disalahi toko-nya, pengen kelihatan tegas tapi malah jadi konyol pak," tulis akun Instagram @erix*** diakhiri emoticon tertawa.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar apel pagi di Halaman Balai Kota, Selasa (10/6). Apel ini menggandeng jajaran TNI/Polri dengan fokus pemberantasan jukir liar dan premanisme.
Setelah apel, Wali Kota Eri Cahyadi bersama Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan dan jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa minimarket di Jalan Dharmahusada.
Hasilnya, dua minimarket didapati tidak menyediakan juru parkir resmi dan berseragam, sebagaimana instruksi dalam Surat Edaran (SE) tentang Penyelenggaraan Tempat Parkir, tertanggal 2 Juni 2025.
"Yang hari ini saya tutup adalah tempat parkirnya karena tidak ada jukir resmi. Kalau tidak ada tempat parkir, pembeli mau parkir dimana. Maka teman-teman toko modern ini juga menutup tokonya,” tutur Eri.
Wali Kota Surabaya dua periode itu mempersilakan minimarket yang disegel untuk dibuka kembali. Dengan catatan, sudah ada juru parkir resmi dengan rompi khusus dan tidak menggunakan tepi jalan raya untuk parkir.
"Karena sudah tahu kalau itu gratis ya. Jadi nanti mau dibuka lagi terserah kamu (pihak minimarket), tetapi harus ada juru parkir yang resmi dan mengenakan rompi khusus. Ojo gawe gaduh (jangan buat gaduh) Surabaya," tukas Eri Cahyadi.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
