
Siswa saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah di Wonocolo terhenti sementara. Sejak Kamis (15/5), pengiriman paket makan siang untuk siswa tak lagi dikirim. Peserta didik kembali mencari makanan di kantin.
Kepala SMK PGRI 1 Kustiono mengonfirmasi pemberhentian MBG sejak Hari Kamis. ”Bilangnya libur,” jawabnya singkat. Dia mengaku belum mendapatkan informasi lanjutan kapan program akan dilanjutkan. Pihak sekolah dan siswa hanya bisa menunggu kabar dari penyedia katering MBG.
Hal senada juga diungkapkan Kepala SMA Negeri 10 Teguh Santoso. Ia mengatakan, pengumuman libur MBG dikabarkan H-1. ”Pas tanggal 14 Mei itu dikabarkan lewat chat WA,” tutur Teguh Santoso. Dia mendapatkan pesan singkat dari Bustomi Saputra sebagai asisten lapangan yang baru.
”Kami tidak menanyakan juga kenapa, ada apa. Hanya info ke anak-anak kalau besok harus siap beli atau bawa bekal sendiri,” jelas Teguh. Hingga tulisan ini dibuat, pihak sekolah juga belum mendapatkan konfirmasi kapan MBG akan kembali dijalankan. ”Saya hanya tahu yang sekolah di kawasan Wonocolo berhenti semua, kalau wilayah kecamatan lain saya tidak tahu,” imbuhnya.
Teguh Santoso mengatakan, berhentinya MBG ini menjadi berkah terselubung bagi penjaja makanan di kantin. Para siswa kembali membeli makanan di kantin sekolah yang sudah lama sepi. ”Mungkin rezekinya lagi ke pengelola kantin,” kata Teguh kemudian terkekeh. Selama ini, pedagang kantin tetap menyediakan makanan namun dengan jumlah terbatas saja.
Salah satu narasumber pengelola dapur umum MBG di Surabaya Selatan, BAI, mengonfirmasi adanya libur sementara bagi MBG. Hal itu dipengaruhi kebijakan dari pemerintah pusat. ”Ada perubahan sistem pembayaran,” katanya. BAI menjelaskan, pembayaran biasanya menggunakan sistem reimburse. Kini, sistem pembayaran bakal dialihkan lewat virtual account.
”Makanya berhenti dulu. Kayaknya semua tempat juga berhenti deh,” jawabnya. BAI optimis program MBG akan kembali berjalan. Namun, ia sendiri tak bisa memastikan kapan waktunya. ”Ya itu harus nunggu sistemnya dari pusat sudah siap belum,” tandasnya.
Selama ini, ia mengakui pembayaran reimburse MBG di tempatnya cukup lancar. Sehingga tak ada kesulitan pengelolaan keuangan. ”Belum pernah ada kendala gimana-gimana kok,” tambahnya. (Dya)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
