Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 07.29 WIB

Steven Disebut Masuk ke Area SMA Frateran Tanpa Izin, Lewat Pintu Asrama

TKP tewasnya Strven Suka Hariyadi di SMA Katolik Frateran, Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com)

JawaPos.com-Aksi Steven Suka Hariyadi (15) melompati pagar rooftop lantai 4 SMAK Frateran Surabaya berujung tragis. Steven yang merupakan siswa SMPK Angelus Custos, Surabaya itu diduga tersengat listrik setelah menginjak kabel AC di area tersebut.

Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk akses Steven ke area SMA yang seharusnya terkunci pada hari libur Nyepi, Jumat (28/3).

Menurut Tjandra Sridjaja, Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni (IKA) Frateran, akses menuju rooftop tersebut seharusnya tidak bisa dilalui siswa SMP karena gedung SMA dan SMP terpisah.

"Kejadian ini adalah siswa SMP yang masuk ke lokasi SMA tanpa izin dan melakukan kegiatan di sana tanpa sepengetahuan pihak sekolah," ungkapnya, Sabtu (10/5).

Tjandra menjelaskan, Steven bersama teman-temannya tidak melewati gerbang utama yang ditutup rapat saat libur Nyepi. Mereka justru masuk melalui pintu belakang asrama SMA. "Kalau dilihat dari rekaman CCTV, mereka masuk lewat pintu belakang, itu bukan akses umum. Kami juga tidak tahu mereka ada di sana," tambahnya.

Berdasarkan keterangan dari teman-temannya, Steven sempat mencoba melompati pagar rooftop dari bagian tengah, namun dihalangi oleh teman-temannya.

"Waktu dia mau meloncat dari tengah, itu teman-temannya sudah melarang. Sudah melarang dia jangan melakukan itu. Tetapi entah bagaimana, dia putar ke belakang, lewat pagar satunya, lalu naik ke sana," ujar Tjandra.

Aksi tersebut terekam jelas di CCTV. Steven tampak melepas sepatunya sebelum memanjat pagar pembatas. Ia terlihat berjalan ke arah sisi rooftop dan menginjak kabel AC yang diduga terkelupas.

"Pada waktu dia kesetrum pun, teman-temannya masih mengira bercanda. Dia masih katakan, 'kesetrum', kan begitu rekamannya. Terus masih diem gitu. Sama temannya kan dibiarkan. Setelah dia jatuh, baru temannya tahu," jelas Tjandra.

Ketika ditanya alasan Steven nekat melompati pagar, Tjandra mengaku tidak mengetahuinya. Namun, ia menyebut Steven sebagai remaja yang aktif dan penuh semangat.

"Korban dikenal seorang yang bergairah, bersemangat. Orangnya suka humor, aktif begitu. Suka action-action kadang-kadang begitu. Ini cerita yang saya dapat. Mungkin dia juga mau action di sana, saya tidak tahu," tuturnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore