
Pihak Grahadi Surabaya lakukan perbaikan lampu di halaman Grahadi, Selasa (25/3). (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com – Aksi demonstrasi tolak UU TNI pada Senin (24/3) meninggalkan jejak kerusakan di kawasan Gedung Negara Grahadi. Hiasan pagar besi yang mengelilingi kompleks banyak yang copot dan rusak, bahkan ada yang hancur di beberapa titik. Selain itu, kabel listrik yang sebelumnya terpasang di pagar dan pohon juga putus akibat ditarik paksa, menyebabkan korsleting dan memadamkan sejumlah lampu penerangan.
Pantauan JawaPos.com di lokasi menunjukkan bahwa coretan di dinding pagar sudah dibersihkan, tetapi trotoar di sekitar Grahadi masih dipenuhi grafiti. Tak hanya itu, sedikitnya 15 tiang umbul-umbul tercerabut dari tempatnya, dan beberapa hiasan Ramadan di gapura sisi timur ikut rusak, bahkan ada yang menyisakan bekas terbakar.
Menurut Gede Naesa Yoga, staf Biro Umum Pemprov Jatim, timnya masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang terjadi. "Kerusakan paling parah ada di bagian pagar, lampu-lampu, umbul-umbul, serta instalasi listrik. Kami sudah mulai melakukan perbaikan secara bertahap," ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Selasa (25/3).
Salah satu prioritas utama adalah perbaikan lampu penerangan. Beberapa tiang lampu hias dengan lampion yang biasanya menerangi kawasan Grahadi rusak dan harus diganti. Tim teknis sudah mulai mengganti kabel yang putus agar lampu-lampu bisa kembali menyala dalam waktu dekat.
Selain fasilitas, tanaman di sekitar pagar juga terdampak. Beberapa pohon dan tanaman hias mengalami kerusakan akibat semprotan water cannon saat pembubaran massa. Akibatnya, tanaman-tanaman tersebut layu dan perlu dirawat kembali.
Sterilisasi kawasan Grahadi dilakukan kemarin (24/3) sejak pukul 19.00 WIB setelah demonstrasi, tetapi pembersihan dan perbaikan masih terus berlangsung. Beberapa kamera CCTV yang sempat terlepas juga telah dikembalikan oleh petugas keamanan dan segera dipasang ulang.
Yoga menargetkan seluruh perbaikan rampung dalam waktu dekat agar kawasan Grahadi kembali tertata. "Kami harap semuanya bisa selesai tepat waktu agar area ini kembali rapi dan nyaman," katanya.
Saat ini, tim terus bekerja memperbaiki pagar, mengecat ulang, dan memasang kembali hiasan yang sempat lepas. "Kami optimalkan tenaga yang ada agar proses perbaikan bisa berjalan cepat, terutama untuk pengecatan dan perbaikan instalasi listrik," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
