Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 23.46 WIB

Limbah dan Sampah Ancam Kualitas Air Sungai, Ecoton-PDAM Surabaya Minta Warga Peduli

Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi dalam Talkshow peringatan Hari Air Sedunia di Kantor Perumda Air Minum (PDAM) Surabaya, Jumat (21/3). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi dalam Talkshow peringatan Hari Air Sedunia di Kantor Perumda Air Minum (PDAM) Surabaya, Jumat (21/3). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Tak bisa dipungkiri, kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, masih belum benar-benar ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk Kota Surabaya. Akibatnya, sungai-sungai menjadi tercemar.

Pegiat lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan (Ecoton), Prigi Arisandi menuturkan bahwa setiap harinya, ada sekitar tiga ton tinja yang dibuang ke sungai-sungai Surabaya.
 
"Tak hanya itu, banyak limbah pabrik yang dibuang disana (sungai) saat sepertiga malam (dini hari), yang mungkin tidak terjangkau dari patrolinya DLH (Dinas Lingkungan Hidup)," tutur Prigi dalam sebuah Talkshow peringatan Hari Air Sedunia, Sabtu (22/3).

Melansir dari laman resmi ecoton.or.id/, sebanyak 37 Wilayah Sungai Lintas Provinsi (WSLP) dan Wilayah Sungai Strategis Nasional (WSSN) di Indonesia mengalami kondisi darurat akibat pencemaran sampah dan mikroplastik.

Terlebih dari hasil uji kontaminasi mikroplastik di 82 lokasi sungai di seluruh Indonesia, Sungai Brantas di Jawa Timur tercatat sebagai yang paling tercemar, dengan tingkat kontaminasi mencapai 636 partikel mikroplastik per liter.

Pencemaran air sungai yang semakin butuh disayangkan oleh banyak pihak. Sebab, air sungai di Surabaya menjadi sumber utama yang diolah PDAM Surya Sembada untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono. Ia menyebut untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Surabaya, pihaknya harus mengambil 12 ribu liter per detik dari mata air sungai.

"Ketahanan air baku bergantung pada kualitas air sungai, sehingga penting untuk tidak mencemari sungai. Sampah yang dibuang berisiko tinggi membuat air sungai tercemar bakteri e-coli atau lainnya," tutur Arief.

Dengan menyadari hal tersebut, Direktur PDAM Surya Sembada berharap warga Surabaya lebih peduli dalam menjaga lingkungan. Dimulai dari area tempat tinggal mereka sendiri hingga lingkungan sekitar.

"Banyak manfaat ketika kita menjaga kualitas air, terhindar dari bencana banjir, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terlebih mengembangkan sistem pengelolaan air yang efektif," tukasnya. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore