
Kelompok tani di Kosegrha Lestari membudidayakan sawi pakcoy dengan metode hidroponik. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com–Upaya menjaga ketahanan pangan di Surabaya tidak hanya dilakukan melalui urban farming, tetapi juga melalui inovasi dalam pengolahan hasil panen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan, masyarakat telah menerapkan sistem produksi yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, termasuk dengan memanfaatkan metode penyimpanan beku (frozen food) untuk memperpanjang masa simpan produk pangan.
Menurut Antiek, proses penyimpanan pangan di Surabaya tidak mengalami kendala berarti. Hal ini karena sebagian besar produk olahan yang dihasilkan kelompok tani maupun usaha kecil menengah (UKM) diproduksi secara segar dan langsung dijual dalam waktu singkat.
”Tidak ada kesulitan dalam penyimpanan pangan. Produk olahan pangan itu memang tidak tahan lama, sehingga masyarakat lebih memilih untuk memproduksi dalam kondisi segar. Biasanya, mereka membuatnya di awal bulan dan langsung menjualnya melalui berbagai kegiatan, seperti pasar sehat dan pasar murah,” ujar Antiek di Surabaya.
Salah satu strategi yang diterapkan masyarakat adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan pasar untuk memasarkan hasil panen mereka. ”Mereka selalu berpartisipasi dalam pasar sehat dan juga pasar murah. Dengan begitu, produk yang mereka hasilkan bisa langsung terjual dan tidak perlu disimpan terlalu lama,” tambah Antiek Sugiharti.
Selain itu, Antiek juga menyoroti bagaimana masyarakat telah menemukan solusi cerdas dalam mengatasi kendala penyimpanan produk hasil panen yang mudah rusak, terutama ikan.
”Kalau menjual ikan saat panen tanpa pengolahan, risikonya adalah tidak semua terjual, dan sisanya bisa rusak. Tapi mereka sudah pintar, hasil panen diolah menjadi produk frozen agar lebih tahan lama. Jadi, ikan yang tidak langsung habis dijual bisa dikemas dalam bentuk olahan beku dan siap konsumsi,” jelas Antiek Sugiharti.
Langkah ini dinilai sangat membantu dalam menjaga kualitas dan nilai ekonomi produk, sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih lama. Dengan berbagai inovasi ini, ketahanan pangan di Surabaya semakin kuat. Tidak hanya memastikan masyarakat memiliki akses terhadap bahan pangan segar, tetapi juga memberikan solusi bagi petani dan pelaku usaha untuk mengelola hasil panen mereka dengan lebih efisien.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
