Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 04.03 WIB

Gandeng Daerah Penghasil, Pemkot Pastikan Stok Pangan Surabaya Aman hingga April 2025

Ilustrasi ketersedian pangan di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

 
 
JawaPos.com-Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan Indeks Kecukupan Pangan (IKP) di Kota Surabaya hingga Desember 2024 menyentuh angka 3,8. 
 
 
“Hasil monitoring dan evaluasi, indeks kita menyentuh 3,8. Artinya kecukupan pangan di Kota Pahlawan mencukupi sampai dengan 3 bulan ke depan,” ujar Vykka dalam keterangannya, Minggu (2/2).
 
Ia tak menampik bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah komoditas pangan di pasaran mengalami peningkatan harga. Diantaranya komoditas minyak goreng, tomat, bawang merah, cabai rawit merah.
 
Melansir dari data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jawa Timur (Siskaperbapo) per Minggu (2/2), harga rata-rata MinyaKita mencapai Rp 16.603, lebih tinggi dari HET Rp 15.700.
 
“Untuk komoditas hortikultura, seperti tomat dan bawang merah dipengaruhi oleh faktor cuaca. Minyak goreng dipengaruhi oleh adanya kenaikan HET MinyaKita, semula Rp14.000/liter menjadi Rp15.700/liter," imbuhnya
 
Meski demikian, Vykka mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dengan kenaikan harga beberapa komoditas pangan tersebut. Sebab, Pemkot Surabaya terus berkomitmen menjaga ketersediaan stok dan harga pangan.
 
Hingga saat ini, Pemkot Surabaya memiliki 21 Kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di pasar-pasar tradisional. Tujuan Kios ini untuk mencukupi kebutuhan stok sembako bagi para pedagang. 
 
Adapun komoditas yang tersedia di Kios TPID, yakni beras medium SPHP, beras premium, gula pasir, dan minyak Goreng. Pemkot juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara bergilir di seluruh kecamatan.
 
"Kami menjalin kerjasama dengan daerah penghasil guna mencukupi kebutuhan bahan pokok. Selanjutnya, Pemkot kerjasama dengan distributor bahan pokok yang ada di Kota Surabaya," tutur Vykka.
 
Pemkot Surabaya bersama TPID akan terus melakukan monitoring pasokan bahan pangan yang ada di pasar tradisional dan toko modern. Dengan begitu, stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pangan akan tetap aman. (*)
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore