JawaPos.com-Masyarakat Kota Surabaya pastinya tidak asing lagi dengan Bundaran Taman Pelangi, yang berada di Frontage Road Jalan Ahmad Yani. Kawasan tersebut dikenal karena menjadi titik rawan macet.
Bahkan pada saat jam-jam sibuk, seperti berangkat kerja dan pulang kerja, ribuan kendaraan memadati jalanan sekitar Bundaran Taman Pelangi. Kemacetan pun tidak terhindarkan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun berencana membangun Underpass Taman Pelangi atau Bundaran Dolog, untuk mengatasi persoalan macet di wilayah tersebut. Pembebasan lahan terus diupayakan.
Khususnya meningkatkan aksesibilitas yang dari arah Sidoarjo. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad.
"Karena kita tahu, itu adalah perlintasan sebidang yang selalu macet di jam-jam sibuk. Proyek pembangunan Underpass Bundaran Dolog ini jari program prioritas Pemkot di tahun 2025," tuturnya, Sabtu (18/1).
Bahkan, proyek infrastruktur yang dinanti-nanti oleh masyarakat Kota Surabaya ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya tahun 2021-2026.
"Untuk tahun ini kita masih mengikuti RPJMD 2021-2026. Jadi program-program yang sudah ada dalam RPJMD itu kita lakukan melalui pola pembiayaan baik APBD maupun alternatif lainnya," imbuh Irvan.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) terus mengebut proses pembebasan lahan untuk underpass Taman Pelangi.
"Karena kemarin (proses pembebasan) masih ada yang beberapa di pengadilan. Sehingga ditargetkan pada pertengahan tahun ini sudah mulai dikerjakan dengan berkoordinasi bersama pemerintah pusat," ujarnya, Sabtu (18/1).
Saat ini, masih ada sekitar 16 persil rumah yang masih dalam proses pembebasan. Eri menargetkan seluruh lahan di sana bisa dibebaskan sebelum memasuki triwulan kedua (April 2025). (*)