Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 13.23 WIB

Kaleidoskop 2024: Putus Rantai Kemiskinan Surabaya dengan Beasiswa Pendidikan hingga Gagas 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana

Ilustrasi Pembangunan pendidikan Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya - Image

Ilustrasi Pembangunan pendidikan Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Akses pendidikan yang merata terus digenjot Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Melalui pendidikan, diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan hingga terwujud generasi emas.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi. Mulai dari memberikan beasiswa ke puluhan ribu pelajar, beasiswa PPG guru agama, hingga menggagas 1 Keluarga 1 Sarjana.

Sepanjang 2024, Pemkot telah memberikan beasiswa pendidikan kepada 41.935 pelajar se-Kota Surabaya. Lebih rincinya, 9.064 beasiswa diberikan kepada pelajar tingkat sekolah dasar (SD). Sebanyak 9.319 beasiswa diberikan kepada pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP), 20.356 beasiswa untuk pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA), dan 3.196 beasiswa untuk mahasiswa.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, hadirnya pemerintah dengan memberikan beasiswa pendidikan ini, akan mempermudah akses dan membantu mereka yang berasal dari keluarga miskin.

”Jadi, ini adalah investasi pendidikan dari Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka menyiapkan generasi emas di masa yang akan datang,” ujar Eri Cahyadi pada pertengahan Januari 2024.

Selain beasiswa untuk pelajar Kota Surabaya, Pemkot juga memberikan beasiswa pendidikan profesi guru (PPG) kepada 713 guru pendidikan agama Islam (PAI) di tingkat SMP, SD, dan TK, se-Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyadari betul pentingnya peran guru PAI di sekolah untuk pembentukan karakter siswa.

”Tanpa bimbingan dari guru PAI, pembentukan akhlak anak-anak tidak akan optimal,” ujar Eri, Rabu (11/9).

Tak hanya itu, pada Juni 2024, Pemkot Surabaya juga meluncurkan program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana. Dalam pelaksanaanya, program ini didukung para pelaku usaha dengan menjadi orang tua asuh anak-anak dari keluarga penerima manfaat (KPM).

”Kolaborasi luar biasa ini menunjukan bahwa pembangunan Kota Surabaya dilakukan dengan semangat gotong royong. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dan bantuan banyak pihak,” tutur Eri.

Berkat sinergitas yang baik antara Pemkot Surabaya, stakeholder, dan masyarakat, program-program di bidang pendidikan selama 2024 pun berbuah manis. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat signifikan.

Badan Pusat Statistik mengumumkan IPM Kota Surabaya para 2024 berada di angka 84,69. Hasil ini meningkat 0,70 poin atau 0,83 persen, dibandingkan Indeks Pembangunan Manusia pada 2023 yang berada di angka 83,99.

Eri menyebut pihaknya menargetkan IPM 2026 menyentuh angka 85. ”Dengan 3,5 tahun memimpin, karena saya dua tahunnya fokus pada penanganan Covid-19, IPM Surabaya sudah mencapai 84,69,” tukas Eri.

Kabar gembira lainnya, Pemkot Surabaya berencana membangun lima sekolah menengah pertama (SMP) negeri pada 2025 mendatang. Anggaran yang disediakan nominalnya juga tidak sedikit, yakni Rp 112 miliar.

Kabar tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati. Ia mengatakan bahwa anggaran tersebut sudah disepakati dan dimasukkan ke dalam APBD 2025.

”Lima SMP ini rencananya dibangun di Surabaya Timur, Utara, Selatan dan Barat. Lokasinya di Medokan Ayu, Gunung Anyar, Jeruk, Karangpilang, dan Tambak Wedi," ujar Aning pada akhir Oktober 2024 lalu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore