Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Februari 2025 | 00.15 WIB

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan Sebut Karakteristik Banjir di Surabaya Beragam, Perlu Pendekatan Terintegrasi

Kawasan Kembang Jepun dilanda banjir saat hujan deras melanda Surabaya pada Selasa (10/12).

 
JawaPos.com - Problematika banjir di Surabaya relatif kompleks. Meski pemerintah telah mengebut proyek sistem drainase, namun kenyataanya banjir masih tetap terjadi. Terlebih saat cuaca ekstrem seperti sekarang ini.
 
 
Menurut Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Eri Irawan, penanganan banjir di Surabaya membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Sebab, karakteristik banjir di Surabaya ini beragam.
 
Mulai dari banjir rob karena pasang air laut, banjir kiriman dari daerah hulu, hingga banjir lokal yang terjadi akibat semakin berkurangnya lahan terbuka, untuk membangun permukiman dan komersial.
 
"Kemudian Kota Surabaya ini relatif datar dan sebagian cekung, sehingga banjir lokal bisa lebih parah, apabila Pemkot tidak mengoptimalkan saluran air maupun sistem drainase," ujar Eri ditemui di Surabaya, Selasa (17/12).
 
Legislator PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa proyek perbaikan sistem drainase di sejumlah daerah, seperti Ketintang Madya, Pucang Anom, dan Karang Tembok, sudah rampung.
 
Meski begitu, beberapa daerah di Surabaya masih tergenang banjir parah ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Seperti di kawasan Tambak Mayor, Demak, Tidak, Genting Kalianak, dan PBI.
 
"Kami mendorong Pemkot Surabaya untuk terus memperbaiki sistem drainase. Di beberapa daerah yang proyek salurannya sudah rampung, banjir sudah tidak lagi menjadi masalah besar, meskipun masih ada genangan, tetapi cepat surut," imbuhnya.
 
Eri menegaskan bahwa mengatasi masalah banjir secara efektif tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Perlu kolaborasi lintas stakeholder untuk menangani permasalah banjir di Surabaya.
 
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran Rp 1,3 Triliun, untuk membiayai proyek-proyek penanganan banjir 2025.
 
Nominal tersebut dua kali lipat dibandingkan anggaran proyek penanganan banjir 2024, yang hanya berkisar Rp 700 Miliar. "Iya Rp 1,3 Triliun, lebih insyaAllah untuk 2025. Ini masih ditata anggarannya," ujarnya baru-baru ini.
 
Eri menyebut anggaran ini diproyeksikan untuk membiayai beberapa proyek, seperti mengkoneksikan saluran pipa di jalan-jalan protokol dan perkampungan, proyek rumah pompa, hingga proyek gorong-gorong untuk sistem drainase.  (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore