Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2024, 15.27 WIB

BPBD Surabaya Tangani Banjir Rob Wilayah Greges

Kalaksa BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro. (BPBD Surabaya/Antara) - Image

Kalaksa BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro. (BPBD Surabaya/Antara)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menangani banjir rob di wilayah Greges, Kelurahan Tambaksarioso. Banjir rob terjadi pada Senin (18/11) malam hingga Selasa (19/11) dini hari.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan terus berupaya melakukan penanganan dengan menahan tambak yang jebol menggunakan kantong pasir (sand bag) agar tidak meluap ke perkampungan warga.

”Sedang penanganan agar tidak terjadi (banjir) rob nanti malam dengan menambal tambak yang lubang atau jebol,” kata Hebi, panggilan akrabnya, seperti dilansir dari Antara.

Warga yang terdampak, lanjut dia, hingga dua wilayah rukun tetangga (RT) atau sekitar 80 rumah di wilayah Greges. ”Di RW 2. RT 2 dan RT 1, sekitar 80 rumah, saat ini sudah surut, dan sedang dikerjakan (penambalan tambak),” ucap Agus Hebi.

Hebi menjelaskan, banjir rob tersebut sebetulnya sudah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pihaknya selalu berkoordinasi untuk segera melakukan mitigasi bencana.

”Pantauan sudah dilakukan sejak tanggal satu (November). Dari BMKG menginformasikan bahwa akan ada rob. Kami selalu koordinasi dengan BMKG, kapan akan terjadi rob lagi dan itu akan kami antisipasi,” papar Agus Hebi.

Menurut Hebi, banjir rob yang melanda wilayah Greges tersebut terjadi pada Senin (18/11) pukul 22.00 dan surut pada Selasa (19/11) 02.00 WIB dini hari. Pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan mitigasi bencana yang terjadi di wilayah Greges, Kelurahan Tambaksarioso tersebut.

”Di lokasi dengan bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, kami siapkan alat untuk menyedot apabila surutnya lama,” tutur Agus Hebi.

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Surabaya Restu Novi Widiani mengimbau agar warga di wilayah Greges, terutama masyarakat rentan seperti ibu hamil, bayi, anak-anak, lansia, hingga disabilitas, untuk segera mengungsi sementara di masjid terdekat yang telah difungsikan sebagai tempat pengungsian untuk menghindari banjir rob lagi.

”Untuk sementara sudah kami imbau, untuk masyarakat rentan, ibu hamil. Bayi, lansia, disabilitas, bisa dievakuasi terlebih dahulu di masjid terdekat, ini sebagai langkah mitigasi, supaya jika terjadi lagi tidak ada kebingungan untuk mengevakuasi mereka,” terang Restu Novi Widiani.

Selain itu, pihaknya akan memastikan logistik yang berada di posko sementara akan tercukupi dan berharap agar tidak terjadi banir rob lagi nanti malam. ”Kami pastikan untuk logistik segera akan mencukupi karena ini memang tiba-tiba. Tapi Insya Allah semua bersatu untuk siap siaga. Mudah-mudahan, kami berdoa agar tidak terjadi lagi,” ucap Restu Novi Widiani.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore