
IKON SEJARAH: Tugu Pahlawan yang sekarang menjadi ikon Kota Surabaya dulu merupakan medan pertempuran besar arek-arek Suroboyo melawan tentara sekutu pada 10 November 1945. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)
Beberapa titik penting pertempuran 10 November masih dalam kondisi kurang terawat. Padahal, semua titik mengandung nilai historis tinggi. Apalagi, perang Surabaya adalah wajah nyata kebinekaan Indonesia.
SHOLEH H.Q., M. AZAMI R., SEPTIAN N.H., RETNO D.A., Surabaya
DI sisa-sisa fasad Benteng Kedung Cowek itu, terpendam banyak cerita tentang kegigihan Batalyon Sriwidjaja dan arek-arek Suroboyo dalam palagan 10 November 1945. Kustbatterij Kedoeng-Tjowek atau Baterai Pesisir Kedung Cowek yang dibangun pada 1900 itu punya peran penting menghambat laju pergerakan tentara Inggris di Surabaya.
Sampai sekarang, tempat tersebut sebenarnya masih menjadi jujukan masyarakat. Tapi, sebagian kawasan cenderung dipenuhi semak belukar.
’’Di Kedung Cowek ini kan juga terdapat beberapa pejuang yang gugur sehingga perlu ada penanda bukti perjuangan, bisa semacam monumen atau tugu kecil,” papar pendiri Roodebrug Soerabaia Ady Setyawan kepada Jawa Pos.
Memperingati Hari Pahlawan hari ini, kami menyusuri kembali sejumlah titik palagan 10 November di Surabaya, yang oleh sejarawan Australia M.C. Ricklefs disebut sebagai pertempuran paling hebat selama masa revolusi 1945–1949. Menemui sejumlah sejarawan untuk mengulas makna penting titik-titik yang bisa dibilang harta karun sejarah tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana kondisinya sekarang.
Penjara Kalisosok
Tewasnya Jenderal Aubertin Mallaby di Jembatan Merah pada 30 Oktober 1945 menjadi pemicu utama pertempuran 10 November di Surabaya. Namun, informasi terkait bakal ada peperangan besar tersebut sudah menyebar terlebih dulu, termasuk ke seluruh tahanan Penjara Kalisosok.
Sayangnya, kondisi bekas penjara itu di sisi utara Surabaya terbengkalai dan memprihatinkan. Atap bangunan, lanjut dia, tinggal rangka tanpa ada penutup.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda perawatan, padahal bangunan tersebut punya nilai historis tinggi. ’’Jangan sampai kondisinya nanti seperti Rumah Bung Tomo yang juga hancur karena kurang perawatan,” ungkapnya.
Pada sisi seberang Penjara Kalisosok, sekitar 200 meter dari House of Sampoerna, juga terdapat makam para pejuang. Titik-titik para pejuang tersebut, sebagaimana di Kedung Cowek, sambung Ady, perlu diberi penanda tertentu sebagai bukti perjuangan.
Benteng Kedung Cowek
DI TEPI LAUT: Benteng Kedung Cowek, Surabaya, dari sini perlawanan keras diberikan para pejuang menghadapi rentetan tembakan meriam dari laut. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
Tentara di kapal-kapal Inggris yang menghujani Surabaya dengan meriam kaget karena mendapat perlawanan dari Benteng Kedung Cowek. Dari segi kualitas tembakan artileri, pasukan Inggris mengira pelakunya para tentara Jepang.
Mayoritas yang berjuang di Kedung Cowek memang mantan Heiho dan Giyugun didikan Jepang yang pernah bertempur di Morotai, Maluku Utara, melawan sekutu. Penggunaan kata Sriwidjaja sebagai bentuk penghormatan. Untuk mengenang asal para pejuang di batalyon tersebut yang berasal dari Sumatera.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
