Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2024 | 18.35 WIB

Cuaca Surabaya Panas Ngentang-Ngentang, Bikin Penyakit Kulit hingga Kasus Demam Naik

Sabrina menikmati minuman dingin di rooftop salah satu hotel di kawasan Mayjen Sungkono Senin (30/9). (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Sabrina menikmati minuman dingin di rooftop salah satu hotel di kawasan Mayjen Sungkono Senin (30/9). (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Cuaca Surabaya yang panas ngentang-ngentang berdampak pada kesehatan warga. Di sejumlah puskesmas dan rumah sakit, jumlah pasien demam, batuk, pilek, serta muntah-muntah bertambah. Hawa panas juga memicu munculnya penyakit kulit.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dr Prihatma Kriswidyatomo SpAn mengatakan, sebulan terakhir, IGD RSUA menangani banyak pasien dengan keluhan demam. Itu adalah kasus tertinggi.

Total ada 484 kasus. Namun, demam pada pasien tersebut disebabkan infeksi. Misalnya, flu dan batuk. ”Hingga saat ini, kami belum menemukan tanda-tanda kasus heatstroke,” ujarnya.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti pemicu demam tersebut. Namun, setelah dilakukan observasi dan pemeriksaan laboratorium, biasanya, kata dia, sakit itu hampir pasti disebabkan infeksi. Mulai demam berdarah (DBD), flu, pilek, dan kalau anak kecil batuk, pilek, panas, hingga mencret.

Selain demam, kasus mual dan muntah juga meningkat. Jumlahnya 477 kasus. Dispepsia atau gangguan pada sistem pencernaan 414 kasus, sedangkan ISPA 254 kasus. Adapun kasus dehidrasi biasanya disebabkan diare dan gula darah tinggi. ”Meski begitu, suhu panas yang ekstrem harus tetap diwaspadai karena dapat menurunkan metabolisme tubuh,” ucap Prihatma.

Prihatma menuturkan, setiap manusia sejatinya memiliki kemampuan bertahan hidup. Artinya, ketika seseorang mengalami dehidrasi dan pusing karena suhu panas, mereka secara otomatis akan beristirahat. ”Itu sebabnya, jangan dipaksakan. Listen to your body. Tubuh kita diciptakan untuk memiliki sensor,” imbuhnya.

Penyakit Kulit

Teriknya sinar matahari membuat badan cepat berkeringat. Bila tidak rajin membersihkan diri, hal itu bisa membuat kulit lembap dan terkena penyakit kulit. Dokter Ni Putu Ary Widhyasti Bandem MKes SpDV FINSDV FAADV menjelaskan, setidaknya ada empat kasus yang meningkat akibat panas.

Yaitu, dermatitis atau eksim, sunburn, biduran, dan kasus hiperpigmentasi seperti frekcles, lentigo solaris, melasma. ”Kasus-kasus itu bisa naik 10–20 persen sejak panas terik,” jelas dokter di salah satu rumah sakit Surabaya Selatan itu.

Selain itu, kasus panu atau Pityriasis versicolor juga meningkat. Ary, sapaannya, mengatakan beberapa kasus seperti biduran, eksim, dan panu tak terlepas dari keringat berlebih yang muncul saat panas. Bakteri dan jamur lebih mudah tumbuh karena kelembapan tubuh yang naik. ”Keringat buntet atau miliaria juga banyak meski tidak setinggi kasus yang sebelumnya,” ujarnya.

Bisa Memicu Pityriasis Rosea

Kasus Pityriasias rosea atau penyakit kulit yang ditandai dengan ruam berwarna merah atau merah muda juga mulai muncul. Meski jumlahnya tidak signifikan. ”Tapi, memang penyakit ini belum ditemukan penyebabnya. Bisa kebetulan atau bisa jadi berkaitan juga dengan panas,” ujar Ary.

Dehidrasi Kulit

Di beberapa klinik kecantikan, selama Agustus–September, banyak pasien yang terpapar dehidrasi kulit. ”Ini meningkat sampai 60 persen dari biasanya. Apalagi sebenarnya dehidrasi kulit ini efek lanjutannya sangat banyak macamnya,” terang dokter Leni Kumalasari DiplAAAM.

Bila dehidrasi kulit tidak segera ditangani, kata Leni, kulit pasien bisa mengalami gatal-gatal hingga alergi. ”Tanda-tanda kulit yang dehidrasi bisa dilihat dari kondisi yang kering. Jika sudah di tahap iritasi, kulit akan menjadi kemerahan dan gatal,” tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore