Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 19.41 WIB

Jepang Masuki Musim Panas, Tokyo Catat Hari Pertama Bersuhu 35 Derajat Celsius

Jepang mengalami gelombang panas ekstrem pada musim panas tahun ini, dengan suhu udara siang hari di sejumlah wilayah melampaui 38 derajat Celsius. (Richard A. Brooks/AFP/Getty Images) - Image

Jepang mengalami gelombang panas ekstrem pada musim panas tahun ini, dengan suhu udara siang hari di sejumlah wilayah melampaui 38 derajat Celsius. (Richard A. Brooks/AFP/Getty Images)

JawaPos.com – Badan Meteorologi Jepang mengumumkan musim hujan diperkirakan telah berakhir di wilayah Tokyo dan Nagoya. Bersamaan dengan itu, ibu kota Jepang langsung mencatat hari pertama tahun ini dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius atau masuk kategori "sangat panas".

Seperti dilansir Kyodo, Senin (20/7), hampir seluruh wilayah Jepang juga mendapat peringatan risiko sengatan panas (heatstroke) pada hari terakhir libur panjang selama tiga hari.

Data Badan Meteorologi Jepang menunjukkan suhu mencapai sedikitnya 30 derajat Celsius di lebih dari 600 dari total 914 titik pengamatan pada Senin pagi. Kondisi tersebut menandakan gelombang panas telah meluas ke berbagai daerah.

Musim hujan di wilayah Kanto-Koshin, yang mencakup Tokyo, berakhir sekitar 22 hari lebih lambat dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, di wilayah Tokai yang berpusat di Nagoya, musim hujan berakhir sekitar 23 hari lebih lambat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang telah mengumumkan berakhirnya musim hujan di wilayah Kyushu pada 13 Juli.

Meski musim hujan telah usai, cuaca ekstrem justru menjadi perhatian utama. Badan Meteorologi memperkirakan suhu tinggi masih akan terus melanda Jepang bagian timur dan barat sepanjang pekan ini.

Pemerintah dan otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat terik, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan pendingin ruangan bila diperlukan guna mencegah sengatan panas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang semakin sering mengalami musim panas dengan suhu ekstrem. Gelombang panas berkepanjangan tidak hanya meningkatkan risiko gangguan kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, hingga kebutuhan listrik akibat tingginya penggunaan pendingin udara.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore