Aksi kawal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) di Surabaya. (Dimas Nur/JawaPos.com)
JawaPos.com–Kader PDIP di Jawa Timur heran di mana mahasiswa khususnya di Surabaya yang tak terlihat turun ke jalan terkait aksi kawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai persyaratan pencalonan Pilkada 2024.
Salah satu kader PDI Perjuangan Deni Wicaksono mengatakan, mahasiswa Surabaya disebut memilih sibuk mengurus ospek di kampus ketimbang bersuara soal dinamika yang ada. Dia menilai mahasiswa Surabaya kurang merespons terhadap putusan badan legislatif yang dianggap mengangkangi putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
”Ini menarik juga entahlah sebab apa kawan-kawan mahasiswa Surabaya terlihat kurang masif dukungan ataupun sikap terhadap hasil keputusan MK dan baleg DPR RI kemarin,” kata Deni, saat mengikuti aksi dan depan Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (22/8).
Anggota DPRD Jatim itu menyebut beberapa kampus di luar Surabaya justru lebih antusias. Bahkan, meliburkan mahasiswanya agar mereka mengikuti aksi ini. Sementara di Kota Surabaya belum ada tanda-tanda pergerakan.
”Saya dengar di UGM, meliburkan mahasiswa dan mempersilakan turun ke jalan,” ujar Deni Wicaksono.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
