
Stand Krezt dalam pameran perdananya di Surabaya Music Expo (SMEX) 2024. (Istimewa)
JawaPos.com - Wilayah Glodok sudah tak asing lagi bagi seorang Koh Abot. Ia riwa-riwi di sana sejak usia belia. Yohannes Bernady, nama lengkapnya, bekerja menyambung hidup karena harus putus sekolah. Alih-alih menikmati bangku SMA, Yohannes harus mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk mencari uang.
Meski masih terlalu muda tapi integritasnya patut diacungi jempol. Koh Abot terus “naik kelas” menjadi sales produk-produk sound. Dari sana ia banyak mengenal dan mendalami detail produk audio. Mulai microphone, speaker, amplifier dan banyak lainnya. Wawasan dan relasi yang luas itu mendorong berkembangnya bisnis audio di tangan Koh Abot. Ia akhirnya membuka toko sendiri.
Tak berjalan mulus, ada saja batu kerikil yang dilewati. Jatuh bangun di dunia bisnis itu biasa. Yang penting tidak pernah putus asa. Begitu kira-kira mindset Koh Abot saat itu. Hingga pada 1998, ia mendirikan brand Krezt Audio yang eksistensinya melampaui dua dekade. Eksistensi itu menunjukan kepercayaan market kepada brand lokal asli Indonesia.
Awalnya Krezt hanya memproduksi microphone untuk pasar low-end. Saat itu pasar audio di Indonesia masih sepi. Seiring berkembangnya teknologi dan high-education-user, Krezt melakukan inovasi dengan mengembangkan lini produk professional sound melalui proses research and development.
Saat ini Krezt sudah memiliki lebih dari 300 main products dengan kategori seperti accessories, amplifier & mixer, condenser microphone, conference system, earphones, headphones, microphone stand, portable PA system, wired microphone, dan wireless microphone. Di samping itu, ada Krezt K-200 TGM Wireless Monitor System yang populer digunakan para muthawif untuk memandu perjalanan umroh maupun haji.
Founder dan CEO PT Krezt Yohannes Bernady bersama pihak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 1998. (Istimewa)
Untuk segmen market professional active speaker, Munich Series jadi andalan. Produk Krezt paling anyar itu punya dentuman bass yang seimbang dengan sound clarity. Krezt punya komitmen untuk improvement khususnya dari sisi kualitas. Semua feedback pengguna dimanfaatkan untuk upgrade produk. Sekarang, Krezt berkolaborasi dengan John Christopher, product specialist dari Admark sekaligus pengisi konten edukasi @belajar_sound dalam proses research and development.
Sementara di lini lain, produk Krezt familiar digunakan untuk kebutuhan mic karaoke, mic conference, speaker cafe, projek, instansi pemerintahan, dan lainnya. Jenis microphone Legend Series MS-57 dipakai untuk hadroh, ketipung, atau alat musik lain untuk di acara tradisional. Beta-58 dipakai untuk vokal seperti karaoke.
‘’Jenis ini banyak sekali dipakai untuk masjid. Karena suaranya clear, sangat sensitif jadi nggak perlu terlalu dekat dengan mic, tahan banting, salah satu produk best seller,” kata Krezt Consultant Andry Bernady.
Krezt Pro melahirkan produk unggulan bernama Munich. Dikembangkan untuk profesional usage dengan harga yang masih tetap terjangkau dan kualitas profesional. ‘’Orang taunya brand Eropa, padahal kita bisa, asal mau repot untuk proses risetnya. Seperti Munich akhirnya kita dapat perfect match antara kualitas produk dengan price point yang masih terjangkau,” terang Andry.
Sementara produk wired gooseneck microphone Krezt digunakan di banyak stasiun kereta api, mimbar gereja, Mabes Polri, ASEAN secretariat karena sensitivitasnya baik, suaranya jelas, karena fokusnya dengan vokal.
Konser Band Titi Laras menggunakan microphone Krezt di Surabaya. (Istimewa)
Portable Wireless PA Amplifier juga jadi jagoan Krezt. Produk ini sangat direkomendasikan untuk pengguna yang suka bepergian dengan membawa pengeras suara. Ada tiga jenis seperti WAS-P20015C, WAS-8415, dan WAS-8412. Coba langsung produk-produk Krezt di Ruko Glodok Plaza blok F5 Jakarta. Showroom Krezt Audio di Surabaya berada di Jl Mayjen Sungkono No.154F, Dukuh Pakis, Surabaya.
Surabaya Music Expo (SMEX) 2024 menampilkan produk Krezt Audio dengan promo khusus 20-30 persen all items.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
