Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juli 2024 | 20.38 WIB

Wali Kota Surabaya Tebus Ratusan Ijazah Pelajar yang Tertahan karena Alasan Finansial

Wali Kota Eri Cahyadi saat serahkan bantuan biaya tebus ijazah kepada 754 pelajar. (Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Eri Cahyadi saat serahkan bantuan biaya tebus ijazah kepada 754 pelajar. (Pemkot Surabaya)

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya kembali memberikan bantuan biaya penebusan ijazah untuk pelajar SMA/SMK/MA swasta di Kota Surabaya. Bantuan diberikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi jajaran Baznas Surabaya kepada 754 pelajar di Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim, Sabtu (27/7).

Wali Kota Eri Cahyadi berpesan kepada para pelajar yang mendapatkan bantuan tebus ijazah, agar menjadi pemuda tangguh dan bisa membahagiakan kedua orang tua. ”Setelah menerima ijazah, tolong ijazahnya bisa dipergunakan untuk kepentingan kuliah ataupun mencari kerja,” kata Wali Kota Eri.

Eri menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN Pemkot Surabaya yang telah memberikan zakat selama ini melalui Baznas. Biaya tebus ijazah yang diberikan selama ini, bukan berasal dari dirinya atau Pemkot. Tetapi, dari zakat para ASN.

”Ini bukan menggunakan uang pemkot apalagi wali kota. Tapi, ini uang seluruh ASN Kota Surabaya yang dengan ikhlas menyumbangkan zakat untuk kepentingan masyarakat,” papar Eri.

Eri menjelaskan, program itu kolaborasi bersama antara Pemkot, Baznas Surabaya, Pemprov Jatim, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) swasta di Kota Surabaya. Data penerima tebus ijazah diajukan pihak sekolah.

”Kita duduk bersama MKKS juga terkait data menerima tebus ijazah ini. Karena ini program bersama pemkot, pemprov, dan juga Baznas. Semua biaya berasal dari zakat ASN Kota Surabaya,” tegas Eri.

Eri juga berpesan kepada seluruh penerima tebus ijazah untuk memiliki mental baja dan mau berjuang supaya kehidupan lebih baik di masa depan.

”Setelah diberi ijazah harus bisa berjuang, jangan punya mental lemah tapi mental yang tangguh untuk membahagiakan orang tua. Saya juga titip kepada orang tua agar menjaga putra putrinya dari hal-hal negatif, kalau anaknya pulang malam segera di telepon,” tandas Eri.

Selama ini zakat dari ASN Pemkot Surabaya disalurkan melalui Baznas Surabaya, sehingga pemkot bersama Baznas Surabaya bisa memberikan berbagai bantuan, mulai dari penebusan ijazah, pembayaran tunggakan biaya sekolah, hingga bantuan kursi roda dan bantuan rombong beserta modal usaha.

Sementara itu, Ketua Baznas Surabaya Moch Hamzah menyampaikan, program tebus ijazah yang ke-6 kali ini, diberikan kepada 754 pelajar dari 140 SMA/SMK/MA swasta di Kota Surabaya.

”Ini adalah komitmen kita yang sudah berjalan lama. Saya berterima kasih kepada pihak sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan kita selama ini,” terang Moch Hamzah.

Hamzah menyebut, untuk tebus ijazah kali ini pihak Baznah mengalokasikan dana kurang lebih Rp 2,6 miliar. ”Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya, karena ada 754 pelajar yang mendapatkan bantuan,” jelas dia.

Program tebus ijazah ini pun mendapatkan respons positif dari masyarakat penerima manfaat. Salah satunya Muhammad Zaid Muafak, dari SMK Antartika. Pria 23 tahun itu mengaku senang karena ijazah yang sudah tertahan selama empat tahun, bisa diambil dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

”Senang pastinya karena saya lulus sejak 2020 lalu, baru bisa ambil ijazah sekarang. Rencananya ijazahnya mau dipakai melamar pekerjaan. Saya berterimakasih atas program tebus ijazah Pemkot Surabaya ini,” ungkap Zaid.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore