
Ilustrasi Suroboyo Bus.
JawaPos.com–Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat kenaikan penumpang Suroboyo Bus. Selama enam tahun beroperasi, Suroboyo Bus terus mengalami peningkatan penumpang dari tahun ke tahun.
Sekretaris Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, data akumulasi penumpang Suroboyo Bus terus meningkat di tiga tahun terakhir.
”Jumlah penumpang Suroboyo Bus dari awal beroperasi hingga saat ini terus mengalami peningkatan,” kata Trio Wahyu Bowo di kantornya.
Trio mengungkapkan, pada 2023, jumlah penumpang Suroboyo Bus mencapai 1.729.758 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada 2022 dengan 1.611.415 penumpang.
”Sedangkan pada 2021, tercatat ada 926.971 orang yang menggunakan Suroboyo Bus sebagai moda transportasi,” ungkap Trio Wahyu Bowo.
Dari awal peluncuran pertama Suroboyo Bus pada 2018 hingga 2023, kenaikan penumpang tercatat mencapai 3,37 kali lipat. Kenaikan itu berasal dari data jumlah penumpang 2018 mencapai 513.142 orang dan 2023 sebanyak 1.729.758 orang.
Menurut Trio Wahyu Bowo, peningkatan jumlah penumpang Suroboyo Bus tak terlepas dari beberapa inovasi yang sudah berjalan. Salah satunya adalah pembayaran menggunakan non tunai QRIS. Pembayaran menggunakan QRIS memberikan kemudahan bagi penumpang, karena tidak perlu repot membawa uang tunai.
”Semua pembayaran layanan Suroboyo Bus sudah menggunakan cashless atau non tunai. Tentunya kemudahan pembayaran melalui QRIS,” papar Trio.
Untuk meningkatkan layanan Suroboyo Bus, pihaknya memastikan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Misalnya terkait dengan keluhan penumpang soal waktu tunggu bus atau headway.
”Kami terus melakukan evaluasi agar layanan headway sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditentukan, yakni 15 menit. Saat ini, waktu tempuh layanan Suroboyo Bus sekitar dua jam 30 untuk satu kali perjalanan pulang - pergi (PP),” terang Trio Wahyu Bowo.
Trio menyebutkan, salah satu evaluasi headway yang langsung ditindaklanjuti adalah penggantian Suroboyo Bus dengan angkutan feeder Wira Wiri. Armada lebih kecil untuk mendukung rute Terminal Osowilangun (TOW) menuju Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
”Salah satu evaluasi yang dilakukan, misalnya rute TOW menuju Unesa yang sebelumnya menggunakan Suroboyo Bus digantikan dengan unit kendaraan lebih kecil. Kemudian, unit Suroboyo Bus dialihkan ke rute utama Terminal Purabaya menuju Perak sehingga headway bisa lebih cepat dari sebelumnya,” papar Trio Wahyu Bowo.
Dishub Surabaya, lanjut dia, akan terus melakukan inovasi seperti memperpanjang rute, penggabungan rute, integrasi antar halte dan stop bus. ”Sehingga masyarakat akan lebih tertarik untuk menggunakan moda transportasi umum,” imbuh Trio Wahyu Bowo.
Saat ini, ada 28 unit Suroboyo Bus yang beroperasi. Rutenya antara lain, Terminal Osowilangun - Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Terminal Purabaya - Pringadi, Purabaya - Rajawali, hingga Terminal Purabaya - Dukuh Menanggal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
