
ILUSTRASI: Virus. (Pixabay)
JawaPos.com – Kasus Flu Singapura kini tengah menjadi sorotan publik, terutama di wilayah Surabaya yang telah mencatat sebanyak 61 kasus Flu Singapura pada periode Januari hingga April 2024.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina mengungkapkan bahwa memang sejak awal tahun beberapa kasus suspek sempat ditemukan di Surabaya.
Namun, pasien yang teridentifikasi suspek Flu Singapura ini kini sudah membaik dan belum mengarah ke kasus positif terkonfirmasi.
“Sejak awal tahun 2024 ditemukan beberapa kasus suspek (memang) di Surabaya,” terang Nanik pada Rabu (17/4), seperti yang dikutip dari Radar Surabaya.
Menurut Nanik, Kementerian Kesehatan telah mengimbau kepada jajaran pemerintahan di masing-masing daerah untuk melakukan berbagai upaya pengendalian penyakit, baik itu penyakit menular ataupun tidak menular saat situasi khusus libur lebaran 2024.
Fenomena Flu Singapura ini merupakan salah satu jenis penyakit menular yang bisa menular melalui percikan cairan saat batuk atau bersin.
Gejala yang terjadi jika tertular penyakit ini biasanya adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, dan sariawan.
Selain itu, pada tubuh pasien juga akan muncul ruam pada kulit yang biasanya muncul di permukaan telapak tangan dan kaki.
“Tapi tidak gatal, ruam mungkin tampak merah, putih, abu-abu, atau hanya terlihat sebagai benjolan kecil. Selain itu gejalanya nyeri perut dan juga kehilangan selera makan,” katanya.
Walau demikian, Nanik mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik.
Bagi warga yang memiliki keluhan-keluhan tersebut diminta untuk segera melakukan pengecekan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Selain itu, ada beberapa cara juga untuk mencegah persebaran virus tersebut.
Pertama, rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, khususnya setelah BAB atau saat mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak berbagi alat makan dan minum, serta kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit.
“Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Rutin juga membersihkan dengan benar benda yang dapat menjadi media penularan virus seperti gagang pintu, meja, dan remote TV," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
