Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Maret 2024 | 12.21 WIB

Pelaku Pembunuhan Nelayan Kepiting di Sukolilo Surabaya Mulai Terkuak, Satreskrim Beri Peringatan Keras

Korban dikenal sebagai sosok yang pendiam. Korban biasanya menghabiskan sehari-harinya di tambak untuk mencari kepiting liar. - Image

Korban dikenal sebagai sosok yang pendiam. Korban biasanya menghabiskan sehari-harinya di tambak untuk mencari kepiting liar.

JawaPos.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono menyatakan bahwa polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di area tambak di Jalan Raya Sukolilo Kasih, Surabaya, Jawa Timur.

Hingga Rabu (20/3), pihaknya telah memeriksa tujuh orang sebagai saksi, termasuk teman dan anggota keluarga korban.

"Kami sudah periksa tujuh saksi. Sekarang masih terus selidiki kasus ini," kata AKBP Hendro Sukmono.

Melansir Instagram Official Satreskrim Surabaya (@satreskrim_polrestabessby), setelah peristiwa ini terjadi, Polsek Sukolilo diperkuat oleh Sat Reskrim Polrestabes Surabaya segera melakukan investigasi.

Setelah melakukan penyelidikan intensif selama beberapa hari terakhir, petunjuk terkait pelaku berhasil didapatkan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sebuah Tim Pengejaran segera dibentuk karena diduga pelaku melarikan diri ke luar kota di Jawa Timur.

Satreskrim Polrestabes Surabaya telah membuat peringatan dalam Instagram Official mereka agar pelaku segera menyerahkan diri sebelum di jemput oleh tim dari kepolisian.

“KAMI MENYERAHKAN DIRI ATAU AKAN KAMI JEMPUT,” tulis akun @satreskrim_polrestabessby, Jumat (22/3)

Sebelumnya, Agus Prayitno, Kakak korban menjelaskan bahwa adiknya dikenal sebagai sosok yang pendiam. Korban biasanya menghabiskan sehari-harinya di tambak untuk mencari kepiting liar, dengan jadwal berangkat sekitar pukul 17.00 dan pulang pada pagi hari.

"Adik saya ini pendiam. Kalau tidak ada yang mengganggu tidak akan marah. Dia juga dikenal baik di kampung sini," kata kakak korban.

Agus juga mengungkapkan bahwa adiknya biasanya beraktivitas di tambak untuk mencari kepiting liar dan memiliki masalah dengan seorang teman sesama pencari kepiting sebulan sebelum kejadian tersebut.

"Saya tahu dari temannya. Saya sudah sampaikan ke polisi. Kemungkinan temannya ini asal Pasuruan," tuturnya.

Agus menyatakan kecurigaannya bahwa kematian adiknya mungkin direncanakan, mengingat tubuh korban ditemukan dengan luka-luka serius dari senjata tajam di area vital tubuhnya.

"Saya pikir itu direncanakan. Seperti bekas celurit, banyak tapi tak sampai 10. Kok tega sampai seperti itu," ujarnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore