
Salah satu aktivitas UMKM pembuatan kue keranjang di Surabaya. (Andy S/Radar Surabaya)
JawaPos.com – Pemerintah pusat menargetkan jika pada tahun ini seluruh pelaku IKM dan UKM akan mengantongi sertifikat halal.
Selaras dengan program itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya melakukan percepatan dengan menyiapkan langkah strategis.
Kepala Dinkopdag Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mengatakan jika pihaknya bakal berupaya menggenjot program itu, dengan sasarannya adalah UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin).
Mereka menargetkan bahwa para pelaku usaha yang belum mengantongi sertifikat halal akan segera mendapatkan itu.
“Kami terus kejar dengan berkoordinasi dengan banyak pihak untuk sertifikat halal bagi para UMKM. Karena juga ini bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong seluruh pelaku usaha memiliki sertifikat halal,” terangnya pada Jumat (15/3), seperti yang dikutip dari Radar Surabaya.
Pihaknya menggencarkan koordinasi dengan berbagai pihak, antara lain universitas, Kemenag Kota Surabaya, hingga perhimpunan pengusaha. Selain itu, pihaknya juga tengah mengebut sosialisasi.
“Kalau yang kampus itu ada dari Universitas Wijaya Putra, ada dari Unair,” ucapnya.
Menurutnya, percepatan sertifikasi cukup krusial. Pasalnya, kuota penerbitan sertifikat halal gratis per tahunnya terbatas, yaitu hanya untuk 100 UMKM. Hal itu dikarenakan menyesuaikan dengan jumlah alokasi anggaran dari pemkot.
“Sertifikat halal ini berbayar semuanya Rp350 ribu dan Rp2,5 juta. Anggaran kami setiap tahunnya memang dibatasi,” katanya.
Selain itu, program pemerintah pusat itu juga mengandung faktor penting lainnya, misalnya sertifikat halal menjamin masyarakat maupun konsumen mendapatkan produk berkualitas, terutama mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.
“Dari awal tahun ini, kami mencatat baru sekitar 40 persen atau sekitar 980 UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal. Totalnya hingga 2024 ada 55.509 pelaku usaha di bidang mamin,” paparnya
Menurutnya, persentase tersebut jauh dari targetnya. Karena itu, pada tahun ini dia optimistis jumlah pelaku usaha yang sudah bersertifikat akan naik.
Dengan demikian, Pemkot bakal mengintervensi agar realisasi program itu berjalan optimal.
“Makanya ini dibantu oleh pemkot, nanti ada surat rekomendasi dari kecamatan. Target kami semuanya, makanya kami terus berkoordinasi untuk percepatan, selain melalui anggaran kami sendiri. Kalau yang ber-NIB di Maret ini ada 893 UMKM dan total keseluruhannya 63.035 UMKM,” pungkasnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
