Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Maret 2024 | 05.29 WIB

Raih Adipura Kencana Kedelapan Kali, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Beberapa Indikator Penilaian

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan piala Adipura. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan piala Adipura.

JawaPos.com–Kota Surabaya meraih penghargaan Adipura Kencana kategori Kota Metropolitan 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Adipura Kencana kedelapan kali berturut yang diterima Kota Surabaya tersebut, diserahkan dalam acara di Kantor Kementerian LHK, Jakarta, Selasa (5/3).

Adipura Kencana merupakan penghargaan tertinggi bagi kabupaten/kota di Indonesia yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup. Terutama dalam bidang persampahan, kebersihan, dan ruang terbuka hijau, yang inovatif serta berkelanjutan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan sejumlah indikator penilaian Adipura Kencana. Penilaian tersebut, tidak hanya dilakukan Kementerian LHK, tetapi juga dari kalangan profesional.

”Penilaian pertama terkait pengolahan sampah yang dimulai dari rumah. Yang kedua, terkait kebersihan TPS (tempat penampungan sementara), ketiga terkait TPS 3R dan terakhir terkait pengolahan sampah di TPA (tempat pembuangan akhir) Benowo. Itu yang menjadi penilaian-penilaian,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (6/3).

Selain itu, Wali Kota Eri menyebutkan beberapa hal baru dalam pengelolaan lingkungan yang turut menjadi nilai tambah penilaian Adipura Kencana. Sejumlah hal tersebut yakni, keberadaan bank induk sampah tingkat Kota Surabaya, penambahan jumlah TPS 3R, serta pemilihan sampah di setiap lingkup perumahan.

”Itu menjadi nilai lebih. Karena kalau yang seperti TPA Benowo, Surabaya memang yang pertama, yang pengelolaan sampahnya bisa menghasilkan listrik seperti di TPA Benowo,” ujar Eri.

Nah, untuk mempertahankan penghargaan Adipura Kencana, Wali Kota Eri memastikan, pada 2023 dan 2024, setiap RW di Surabaya harus ada tempat pemilahan sampah sejak awal. Nanti, pemilahan sampah di lingkungan RW juga akan masuk dalam indikator penilaian kampung Surabaya hebat yang dulu bernama Surabaya Smart City (SSC).

”Jadi pada waktu lomba Surabaya Smart City, di RW nanti yang dinilai adalah kilogram sampah di RW itu berapa. Semakin kecil (sampah) dialah yang menjadi terbaik,” ungkap Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto menjelaskan, beberapa upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sehingga berhasil mempertahankan Adipura Kencana.

”Kita bangun taman green belt (zona hijau) mengelilingi TPA Benowo, itu juga menjadi poin tersendiri. Kemudian ada penambahan jumlah TPS 3R di Banjar Sugihan (Tandes) dan bank induk sampah di Menur. Jadi, tambahan-tambahan itu yang menjadi Adipura Kencana bisa dipertahankan,” papar Dedik Irianto.

Tak hanya itu, Dedik menyebut, peran serta masyarakat dalam hal kebersihan lingkungan juga turut memengaruhi hasil penilaian Adipura Kencana. Beberapa gerakan terkait kebersihan lingkungan terus digencarkan Pemkot Surabaya.

”Beberapa lomba seperti ProKlim (Program Kampung Iklim), Kampung Surabaya Hebat, Adiwiyata, Kampung Zero Waste, itu juga dari gerakan masyarakat ini sangat memengaruhi penilaian,” terang Dedik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore