
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Jelang Ramadhan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan kado spesial untuk warga muslim di Kota Pahlawan. Eri menghadirkan satu tempat wisata religi Islam terbaru.
Uniknya, tempat tersebut dulu adalah bekas pemotongan babi. Ada yang bisa menebak? Yup, di bekas rumah potong hewan (RPH) Pegirian, Surabaya. RPH itu dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Surabaya PD RPH.
Lokasi bekas atau eks RPH babi itu diberi nama Serambi Ampel di Surabaya. Rencananya, kawasan Ampel itu tersambung dengan Kota Lama Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus mengebut penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel dan Kota Lama. Penataan di dua kawasan wisata itu ditarget tuntas keseluruhan pada Mei.
Wali Kota Surabaya Eri mengatakan, setelah meresmikan Serambi Ampel, penataan di dua kawasan tersebut masih terus berlanjut sampai sekarang.
”Ini (penataan kawasan Ampel) masih tahap awal. Jadi, insya Allah kita selesaikan semuanya sampai berjalan pada Mei,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Dia memastikan, penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel dan Kota Lama, khususnya di area Jalan Panggung, tuntas bersamaan pada Mei. Dia ingin, setelah dilakukan penataan, seluruh fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) di kawasan wisata religi Sunan Ampel bisa saling terkoneksi satu sama lain.
”Jadi nanti saling terkoneksi, nanti parkirnya di sini, semua tempat makan di sini (terminal bus dan Serambi Ampel), setelah itu, dia (pengunjung) masuk ke Ampel harus melewati penyeberangan ini. Nanti kita juga tata untuk yang masuk ke Ampel,” ujar Eri.
Selain itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga menyebutkan, Sentra Wisata Kuliner (SWK) Pegirian bakal diubah total. ”Jadi akan menunjukkan koneksitas dan bentuknya kawasan religi, tidak seperti yang saat ini,” sebut Eri.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan hal senada. Sampai saat ini, pemkot masih terus melakukan penataan di kawasan wisata religi Sunan Ampel. Salah satunya, melakukan penataan terhadap pedagang di area tersebut.
Dewi menerangkan, setelah Serambi Ampel diresmikan, Dinkopumdag Surabaya akan melanjutkan penataan pedagang di SWK Pegirian. Sebab, SWK tersebut akan digunakan sebagai tempat pedagang aksesori dan pernik-pernik khas Ampel.
”Itu juga sedang kita tata, biar nggak kelihatan rungsep gitu ya,” kata Dewi.
Dia berharap, ketika semua pedagang telah masuk ke tempat yang telah disediakan Pemkot Surabaya, tidak ada lagi pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak di pinggir jalan.
”Kami harap bisa seperti itu (rapi), nanti kita bersihkan semuanya,” ucap Dewi Soeriyawati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022