Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Desember 2022 | 15.57 WIB

Pengamen Tewas di Terminal, Ibu Penjual Semanggi Ambruk di Alun-Alun

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Keramaian Alun-Alun Kota Gresik pada Minggu (25/12) pagi, berubah kekagetan sesaat. Seorang ibu penjual semanggi di timur alun-alun, mendadak ambruk. Tidak sadarkan diri ketika melayani pembeli. Warga pun panik. Lalu, mereka membawanya ke rumah sakit terdekat. Nahas, nyawa si ibu tidak tertolong. Meninggal dunia.

Kapolsek Gresik Kota AKP Rachmat Triyanto mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bernama Misri. Perempuan 60 tahun itu berasal dari Kelurahan Kandangan Klakahrejo, Benowo, Surabaya. Korban memang biasa berjualan semanggi di alun-alun. Terutama saat Sabtu dan Minggu.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, tiba tiba korban merasa pusing dan kemudian korban jatuh di tempat jualannya. Selama ini, dari keterangan keluar, korban mempunyai riwayat sakit darah tinggi,” ungkapnya.

Melihat kejadian itu, warga langsung meminta bantuan tim kesehatan yang sedang berjaga di Pos Pam Nataru di Alun-alun. Korban pun langsung dibawah ke Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. ’’Namun setelah di lakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” kata Rachmat.

Sementara itu, tragedi meninggal mendadak juga terjadi di Sidoarjo. Sugiono, seorang pengamen, tewas di pintu keluar Terminal Purabaya, Bungurasih, Kecamatan Waru, dini hari kemarin (25/12). Sebelumnya, lelaki 55 tahun itu mengalami kejang-kejang.

Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, Kanitreskrim Polsek Waru Iptu Ahmad Yani mengatakan, korban memang sehari-harinya mengamen dari satu bus ke bus yang lain. Mulanya Sugiono sedang mengamen di pintu keluar terminal sekitar pukul 00.00 WIB. ’’Korban ngamen di situ, tapi kata pengamen lain korban memang sudah dalam kondisi yang terlihat lesu,’’ tuturnya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, seorang pengamen lainnya melihat Sugiono yang awalnya tegak menenteng gitar tiba-tiba terjatuh. Tidak sampai di situ, setelah telentang, pria asal Kediri itu mengalami kejang-kejang. Karena panik, pengamen dan petugas terminal yang saat itu berada di lokasi langsung mendekat.

Saat beberapa pengamen mengerubungi jasad pengamen itu, datanglah anak korban ke lokasi. ’’Tidak lama kemudian juga petugas kami datang setelah mendapatkan laporan tersebut,’’ ungkapnya.

Korban lalu dibalut kain seadanya dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk mendapatkan visum. Dari identifikasi awal, Yani menyebut tidak ada kekerasan fisik yang diterima dari tubuh korban. Di samping itu, dari keterangan anak korban yang bernama Dwi Lestari, 24, ayahnya memang selama seminggu ini mengeluhkan sakit di dada.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore