Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2022 | 23.48 WIB

Cegat Sampah di Jembatan Sawunggaling, Sehari Dapat 1 Ton

SAMPAH KIRIMAN: Seorang warga beraktivitas di Kali Suroboyo di Jalan Joyoboyo kemarin (20/11). Sungai itu kerap mendapatkan kiriman sampah. Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya aktif membersihkan kali. Setiap hari jumlah sampah bisa mencapai 1 ton - Image

SAMPAH KIRIMAN: Seorang warga beraktivitas di Kali Suroboyo di Jalan Joyoboyo kemarin (20/11). Sungai itu kerap mendapatkan kiriman sampah. Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya aktif membersihkan kali. Setiap hari jumlah sampah bisa mencapai 1 ton

JawaPos.com - Dalam sehari, sampah di Kali Suroboyo mencapai 1 ton. Tim perahu karet dari dinas lingkungan hidup (DLH) diterjunkan di sekitar Jembatan Sawunggaling untuk mengangkat sampah tersebut agar tidak masuk dan mencemari Kalimas.

Tim perahu karet diterjunkan DLH di beberapa titik. Mulai dari bawah Jembatan Sawunggaling hingga Kalimas. Di sana mereka harus mengais sampah yang mengapung di sepanjang aliran kali.

Kabid Kebersihan DLH Arif Rusman mengatakan, sampah dari Kali Suroboyo yang sampai ke Kalimas bisa datang dari mana saja. Sebab, aliran Kali Suroboyo melintasi beberapa wilayah. Mulai Mojokerto, Sidoarjo, hingga Surabaya.

Kali itu juga berbatasan dengan daerah padat penduduk. Arif mengatakan bahwa datangnya sampah tidak bisa diprediksi. Kadang dalam sehari bisa banyak.

Kadang juga hanya sedikit. Misalnya, Minggu kemarin (20/11) tim DLH mengangkut 1 ton sampah. Jumlah sebanyak itu hanya dari titik Jembatan Sawunggaling.

Selain mencegat sampah, tim perahu karet di Jembatan Sawunggaling juga bekerja untuk memperlancar pelaluan air. Mereka memastikan tidak ada sampah yang menyumbat pintu air. ”Di Kalimas juga ada tim perahu karet, tapi ini pencegahan awal,’’ terang Arif.

Paling banyak, kata Arif, sampah yang diangkat petugas adalah limbah rumah tangga. Mulai plastik hingga kayu. Tidak jarang juga ada kasur. Sementara itu, jumlah sampah di seluruh kawasan Surabaya per hari mencapai 21,7 ton. Paling banyak didapat dari kawasan barat.

Menurut dia, jumlah tersebut sangat mungkin bertambah. Terlebih saat musim hujan. Maklum, Surabaya menjadi hilir dari aliran Kali Suroboyo. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat sekitar bantaran kali bisa menjaga kebersihan. Terutama tidak membuang sampah di kali.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore