Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 22.15 WIB

Harga Cabai di Pasar Surabaya Semakin Pedas, Ketahui Biang Keroknya

Aktivitas pedagang cabai di Pasar Keputran, Surabaya. - Image

Aktivitas pedagang cabai di Pasar Keputran, Surabaya.

JawaPos.com - Akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan sejumlah daerah mengalami hujan lebat dan terendam banjir, membuat harga bahan pokok (bapok) di pasar tradisional di Surabaya mengalami kenaikan signifikan. Seperti cabai rawit yang harganya melonjak hingga Rp 80 ribu per kilogram (kg).

Bahkan, harga cabe rawit naik dari Rp 40 ribu kemudian menjadi Rp 70 ribu dan saat ini menjadi Rp 80 ribu per kg. Harga cabai merah besar juga ikut naik, dari Rp 50 ribu menjadi Rp 80 ribu per kg.

Akibat naiknya harga cabai rawit dan merah besar, para pedagang di Pasar Tambahrejo Surabaya mengurangi persedian cabai.

Kenaikan harga cabai dirasakan oleh pedagang sejak lima hari lalu. Kenaikan yang sampai melonjak drastis atau hingga lebih dari dua kali lipatnya.

"Harga cabai rawit naik sejak lima hari yang lalu, yang semula seharga Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 80 ribu dan cabai merah besar dari harga Rp 50 ribu kini menjadi Rp 80 ribu. Kenaikan ini akibat hujan deras dan banjir sehingga pengiriman cabai ke Surabaya mengalami keterlambatan," ujar pedagang cabai rawit dan merah besar, Maulidah kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (19/2).

Maulidah juga mengaku kenaikan harga cabai ini terjadi setelah pemilu. Maulidah juga mengurangi stok pembelian cabai rawit dan merah besar untuk dijual kembali.

"Biasanya menyediakan cabai 10 kilogram kini hanya 7 kilogram saja," terangnya.

Sementara itu, menurut pedagang di Pasar Keputran, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan. Dari Rp 35 ribu per kg, saat ini menjadi Rp 85 ribu per kilogram.

"Malah setelah coblosan (pemilu, Red) harga cabai merah besar dan rawit sempat naik menjadi Rp 90 ribu dan sebelum naik seperti ini harganya sempat turun untuk cabai besar Rp 50 ribu," terang pedagang cabai di Pasar Keputran, Maimunah Zahro.

Kenaikan harga bapok seperti beras dan cabai diharapkan bisa turun, lantaran merugikan rakyat kecil maupun pedagang. Pembeli juga banyak mengurangi pembelian dan berdampak pada penghasilan para pedagang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore