
Pedagang cabai di Pasar Surabaya terpaksa menaikan harga cabai karena cuaca ekstrem/ sumber: Radar Surabaya/ Andy Satria
Jawapos.com - Cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi rupanya memberi efek negatif bagi para penjual bahan pokok (bapok).
Hal tersebut terjadi karena sejumlah daerah terdampak hujan lebat dan terendam banjir membuat distribusi bahan pokok terhambat dan sulitnya petani melakukan proses pertanian.
Akibatnya, kenaikan harga lah yang menjadi solusi bagi para pedagang agar mereka dapat bertahan di tengah melambungnya harga bahan pokok.
Dikutip Radar Surabaya (Jawapos Grup), sejumlah pasar tradisional di Surabaya pun mengalami kenaikan harga bahan pokok yang cukup signifikan.
Harga cabai rawit saja yang sebelumnya berada pada kisaran harga Rp 40 ribu, kini telah mencapai harga Rp 80 ribu.
Hal serupa juga terjadi pada harga cabai merah besar yang mulanya Rp 50 ribu menjadi Rp 80 ribu per kg.
Menanggapi hal itu, para pedagang di Pasar Tambahrejo, Surabaya pun memutar otak dan memutuskan untuk mengurangi persediaan cabai.
Diketahui, kenaikan harga tersebut rupanya telah dirasakan para pedagang sejak lima hari yang lalu. Dimana kenaikan harga-harga bahan pokok melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat harga semula.
Sementara berdasar keterangan salah seorang pedagang cabai, Maulidah mengatakan, kenaikan harga-harga tersebut disebabkan oleh banjir yang menyebabkan keterlambatan pengiriman ke Surabaya.
“Harga cabai rawit naik sejak lima hari yang lalu, yang semula seharga Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 80 ribu dan cabai merah besar dari harga Rp 50 ribu kini menjadi Rp 80 ribu. Kenaikan ini akibat hujan deras dan banjir sehingga pengiriman cabai ke Surabaya mengalami keterlambatan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Maulidah pun menjelaskan kenaikan harga cabai ini terjadi pasca pemilu dilaksanakan. Hal tersebut membuat Maulidah mengurangi stok pembelian cabai yang akan dijualnya kembali.
Sementara di sisi lain, seorang pedagang di Pasar Keputran mengaku merasakan hal yang sama dengan Maulidah.
Ia menyebut, harga cabai rawit yang semula dijualnya dengan harga Rp 35 ribu naik menjadi Rp 85 ribu per kg.
“Malah setelah coblosan (pemilu, Red) harga cabai merah besar dan rawit sempat naik menjadi Rp 90 ribu dan sebelum naik seperti ini harganya sempat turun untuk cabai besar Rp 50 ribu,” ungkap pedagang cabai di Pasar Keputran bernama Maimunah Zahro.
Kenaikan harga bahan pokok tersebut pun diharapkan dapat segera diatasi karena dinilai merugikan rakyat kecil dan para pedagang.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
