Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 19.50 WIB

Naik Hingga Dua Kali Lipat, Harga Cabai di Pasar Surabaya Sentuh Angka Rp 80 Ribu per kg, Ini Dia Penyebabnya

Pedagang cabai di Pasar Surabaya terpaksa menaikan harga cabai karena cuaca ekstrem/ sumber: Radar Surabaya/ Andy Satria - Image

Pedagang cabai di Pasar Surabaya terpaksa menaikan harga cabai karena cuaca ekstrem/ sumber: Radar Surabaya/ Andy Satria

Jawapos.com - Cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi rupanya memberi efek negatif bagi para penjual bahan pokok (bapok).

Hal tersebut terjadi karena sejumlah daerah terdampak hujan lebat dan terendam banjir membuat distribusi bahan pokok terhambat dan sulitnya petani melakukan proses pertanian.

Akibatnya, kenaikan harga lah yang menjadi solusi bagi para pedagang agar mereka dapat bertahan di tengah melambungnya harga bahan pokok.

Dikutip Radar Surabaya (Jawapos Grup), sejumlah pasar tradisional di Surabaya pun mengalami kenaikan harga bahan pokok yang cukup signifikan.

Harga cabai rawit saja yang sebelumnya berada pada kisaran harga Rp 40 ribu, kini telah mencapai harga Rp 80 ribu.

Hal serupa juga terjadi pada harga cabai merah besar yang mulanya Rp 50 ribu menjadi Rp 80 ribu per kg.

Menanggapi hal itu, para pedagang di Pasar Tambahrejo, Surabaya pun memutar otak dan memutuskan untuk mengurangi persediaan cabai.

Diketahui, kenaikan harga tersebut rupanya telah dirasakan para pedagang sejak lima hari yang lalu. Dimana kenaikan harga-harga bahan pokok melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat harga semula.

Sementara berdasar keterangan salah seorang pedagang cabai, Maulidah mengatakan, kenaikan harga-harga tersebut disebabkan oleh banjir yang menyebabkan keterlambatan pengiriman ke Surabaya.

“Harga cabai rawit naik sejak lima hari yang lalu, yang semula seharga Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 80 ribu dan cabai merah besar dari harga Rp 50 ribu kini menjadi Rp 80 ribu. Kenaikan ini akibat hujan deras dan banjir sehingga pengiriman cabai ke Surabaya mengalami keterlambatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Maulidah pun menjelaskan kenaikan harga cabai ini terjadi pasca pemilu dilaksanakan. Hal tersebut membuat Maulidah mengurangi stok pembelian cabai yang akan dijualnya kembali.

Sementara di sisi lain, seorang pedagang di Pasar Keputran mengaku merasakan hal yang sama dengan Maulidah.

Ia menyebut, harga cabai rawit yang semula dijualnya dengan harga Rp 35 ribu naik menjadi Rp 85 ribu per kg.

“Malah setelah coblosan (pemilu, Red) harga cabai merah besar dan rawit sempat naik menjadi Rp 90 ribu dan sebelum naik seperti ini harganya sempat turun untuk cabai besar Rp 50 ribu,” ungkap pedagang cabai di Pasar Keputran bernama Maimunah Zahro.

Kenaikan harga bahan pokok tersebut pun diharapkan dapat segera diatasi karena dinilai merugikan rakyat kecil dan para pedagang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore