
Photo
JawaPos.com- Pasutri M. Arif Syaifuddin dan Muta’alliqu Rusydiana termasuk pelaku UMKM yang terbilang cukup sukses di Kota Surabaya. Wirausahawan muda itu juga memiliki kelebihan lain. Memberdayakan para penyandang disabilitas dengan bekerja bersamanya. Menjadi penggerak kemandirian bagi mereka.
Suara mesin jahit terdengar saling bersahutan. Suara itu berasal dari sebuah rumah di Jalan Simo Sidomulyo V/5, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Saat Jawa Pos masuk, dua perempuan berkerudung tampak fokus mengerjakan seragam warna biru. Mereka adalah Syitha dan Devi, penyandang disabilitas tunarungu.
Keduanya pekerja di workshop konfeksi Arsyadina. Sesekali, Syitha mengobrol dengan Devi. Menggunakan bahasa isyarat. Devi pun menanggapinya. Lalu, terlihat ia tertawa ringan. Begitu azan berkumandang, semua pekerja bergegas ke musala. Mereka salat berjemaah. Gambaran suasana kekeluargaan.
Di usaha konfeksi milik pasutri Arif Syaifuddin dan Muta’alliqu Rusydiana tersebut, ada sebanyak 25 pegawai yang bekerja. Sebelas orang di antaranya para penyandang disabilitas. Sembilang orang tunarungu dan 2 orang tunagrahita.
Keinginan untuk mengambil pegawai dari penyandang disabilitas itu, sejatinya muncul sejak medio 2020. Saat itu, ada karyawan dari Blora, Jawa Tengah, bercerita bahwa ada konfeksi di kampung halamannya yang diisi banyak penyandang disabilitas. Dari situ, Arif pun berpikiran untuk memberdayakan mereka.
Pemuda 33 tahun itu pun berkunjung ke Sanggar Alang-Alang, di Wonokromo, Surabaya. Di tempat tersebut, banyak anak jalanan maupun penyandang disabilitas. Mereka diasah kreativitas serta kemampuannya. Setelah itu, Aris membuka lowongan kerja. Khusus untuk penyandang disabilitas. Namun, setelah dua tahun berlalu, Arif belum juga menemukannya.
Baru pada pertengahan 2022, Arif bersama sang istri mendatangi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Surabaya. Berdasar permohonan tenaga kerja yang diajukan, ada dua orang yang masuk kriteria. Keduanya tunarungu. Mereka pun direkrut sebagai karyawan.
Photo
Sejumlah difabel yang bekerja di konfeksi Arsyadina (Arif Adi Wijaya/Jawa Pos)
Pada September lalu, keduanya baru masuk. Selama tiga bulan, jumlah karyawan difabel bertambah menjadi 13 orang. Namun, dua orang memilih mengundurkan diri. ’’Jadi, tinggal 11 orang sekarang,’’ kata Arif.
Seperti karyawan pada umumnya, para penyandang disabilitas juga menjalani masa training. Dua karyawan senior yang nondifabel menjadi pembimbing. Mereka memiliki kemampuan berkomunikasi dengan difabel. Khususnya penyandang tunarungu.
’’Karena sudah bisa menjalankan instruksi atau tugas dengan baik, (para difabel) kami kontrak selama satu tahun,’’ ucap Arif.
Para penyandang disabilitas tersebut mendapat tugas kerja berbeda. Sesuai dengan skill dan keterampilan masing-masing. Ada yang bertugas menjahit, memotong kain, hingga membersihkan kantor. Arif mengakui, semangat belajar dan bekerja para penyandang disabilitas patut diacungi jempol.
Meski memiliki kekurangan, mereka tetap bisa cepat belajar dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Tidak seperti yang dibayangkan orang bahwa penyandang disabilitas sulit berkreasi. Saat ini, Arif kembali membuka lowongan pekerjaan untuk penyandang disabilitas. Sudah ada tiga orang yang melamar.
’’Insya Allah, semuanya diterima. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan mendapatkan pekerjaan,’’ tuturnya.
Arif menambahkan, penyandang disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. ’’Bahwa penyandang disabilitas dianggap berbeda, itu hal yang wajar. Tetapi, mereka bisa memiliki semangat dan etos kerja yang lebih tinggi daripada kita yang normal,’’ tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
