
Photo
JawaPos.com- Ketekunan dan kreatifitas, mengantarkan Muhammad Aliyafi ke tangga kesuksesan. Beragam produk suvenir buah karya pemuda 29 tahun itu, kini telah mendunia. Bahkan, terpilih menjadi salah satu suvenir resmi para delegasi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pada 15-16 November mendatang.
Pemilik UMKM yang ada di Jalan Wedroro, Waru, Sidoarjo, tersebut sudah menekuni usahanya sejak 2013. Awalnya, Aliyafi membuat kerajinan itu hanya sekadar hobi. Dari kayu balsa diubah jadi produk aeromodelling. Mulai kapal, pesawat hingga drone. “Dulu aeromodelling masih belum booming seperti sekarang,” katanya seperti dilansir Jawa Pos Radar Sidoarjo (4/11).
Lalu, dia pun mencoba membuat beberapa produk lainnya. Di antaranya, cover binder, card holder, tempat pensil, dan alat perkantoran lainnya. Ciri khas dari produk Aliyafi adalah terdapat sentuhan khas nusantara. Seperti gambar kepulauan Indonesia hingga lambang Pancasila. ‘’Menambah nilai sejarah dan estetika dari produk bersangkutan,’’ papar alumnus ITS itu.
Bukan tanpa alasan Aliyafi memilih kayu balsa sebagai bahan dasar objek karyanya. Sebab, kayu bersangkutan memiliki tekstur dan ruas yang lembut, halus dan kuat. Karena itu, mudah untuk dibentuk. Selain itu, produknya menjadi awet atau berjangka panjang.
Dalam memasarkan produknya, Aliyafi banyak mengikuti pameran. Dari situ, orang yang membeli memperkenalkan produknya ke teman-temannya. Dengan demikian, lebih banyak lagi yang memesan. Yang menarik, justru mayoritas konsumennya berasal dari luar negeri. ‘’Sekitar 90 persen dari mancanegara,’’ ungkapnya.
Saat ini, Aliyafi mengaku aktif mengirimkan produk-produknya ke Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Inggris hingga Jepang. Pling banyak pesanan berasal dari Eropa. Malah, dia jarang menerima pesanan dari pasar dalam negeri sendiri. “Banyak yang meragukan kualitasnya,” ucap dia.
Namun, Aliyafi tetap gigih. Belakangan, dia pun sukses mematahkan komentar-komentar minor atas kualitas produknya. Ceritanya, dia ikut mendaftarkan karyanya untuk menjadi suvenir KTT G20. Ternyata, setelah melalui kurasi tim Kementerian Koperasi dan UMKM bersama Smesco, karyanya itu terpilih.
Tentu saja, dia bersyukur. Sebab, berhasil menyisikan sebanyak 1.024 UMKM dari seluruh Indonesia. Selain kerajinan karya Aliyafi, produk UMKM lainnnya ada fashion, makanan, kosmetik hingga wellness.
Di KTT G20 nanti, setidaknya ada tujuh jenis produk yang akan dibawa. Di antaranya jam dinding, cover buku, kotak pensil dan lainnya. Untuk harganya, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu. Atas keberhasilannya itu, Aliyafi berharap produk-produk buatan anak Indonesia dapat lebih dihargai lagi. Terutama di dalam negeri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
