Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Oktober 2022 | 00.16 WIB

PKL Tambak Asri Surabaya Tolak Lapak Dibongkar

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Pembongkaran bangunan liar (bangli) di Kampung 1001 Malam, Surabaya, terus berjalan. Selain bangunan yang tadinya difungsikan sebagai permukiman warga, penataan menyasar lapak para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tambak Asri. Lokasi tepatnya berada di kolong jembatan tol Surabaya–Gempol.

Rencana pembongkaran tersebut menuai penolakan dari para pedagang. Sebagai bentuk protes, PKL menempelkan spanduk bertulisan penolakan di sepanjang tembok jembatan.

Koordinator Paguyuban PKL Tambak Asri Daniel Lukas Rorong mengatakan, pihaknya mengakui para pedagang berjualan di lahan milik pemerintah. Mereka tidak mempermasalahkan jika terdampak penataan. Namun, tidak berarti pembongkaran dilakukan secara mendadak.

Daniel menyampaikan, seharusnya Pemkot Surabaya melakukan pertemuan dengan para pedagang terlebih dahulu. Tujuannya, mencari solusi bersama. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Apalagi, semua pedagang merupakan warga ber-KTP Surabaya. Mereka berjualan sebagai langkah pemulihan ekonomi pasca lonjakan kasus pandemi Covid-19. ’’Tidak ada sosialisasi, tiba-tiba Rabu (19/10) pedagang mendapatkan surat pemberitahuan dari satpol PP. Isinya, Jumat (21/10) mereka harus mengosongkan lokasi,’’ kata Daniel kemarin (23/10).

Alhasil, mereka pun kaget dengan kabar tersebut. Sebelum penataan, mereka meminta pemkot memberikan solusi. Misalnya, menyediakan lapak berjualan di sentra wisata kuliner (SWK). Opsi lain, PKL bisa tetap berjualan di bawah jembatan dengan catatan tidak ada bangunan lapak yang berdiri secara permanen.

’’Sehingga setelah aktivitas berdagang selesai, area lokasi kembali steril. Penolakan ini telah kami ajukan ke satpol PP. Dan, pertemuan segera berjalan,’’ ujarnya.

Camat Krembangan Harun Ismail mengatakan bahwa bangli di area sekitar Kampung 1001 Malam akan dibongkar secara bertahap. Termasuk lapak pe—dagang yang berada di seputaran lokasi tersebut. Sesuai dengan instruksi wali kota Surabaya, pada Oktober proses pembongkaran harus sudah selesai.

’’Agar proses relokasi berjalan lancar, kami menunggu kesiapan hunian baru mereka. Setelah unit flat (rumah susun, Red) telah siap, pembongkaran lang—sung dilakukan,’’ kata Harun.

Untuk penataan lapak PKL, Harun menjelaskan bahwa pembongkaran tetap dilakukan. Namun, pihaknya tidak lepas tangan begitu saja. Solusi telah disiapkan. Terutama bagi pedagang yang ber-KTP Surabaya. Setelah pembongkaran selesai, mereka dipindahkan ke SWK di Surabaya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore