Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Oktober 2022 | 05.10 WIB

Kampung di Bawah Tol Dupak Dibongkar Pemkot Surabaya

Satpol PP membongkar rumah warga di di bawah jembatan tol dan Kampung 1001 Malam. Pemkot Surabaya for JawaPos - Image

Satpol PP membongkar rumah warga di di bawah jembatan tol dan Kampung 1001 Malam. Pemkot Surabaya for JawaPos

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pengosongan bangunan liar di bawah jembatan tol dan Kampung 1001 Malam, Jalan Lasem Barat, Dupak, Kecamatan Krembangan, Senin (17/10). Setelah dikosongkan, lahan tersebut akan dibangun rumah pompa untuk mengatasi genangan di kawasan Kecamatan Krembangan dan sekitarnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengosongan lahan Kampung 1001 Malam dan bawah jembatan untuk pembangunan rumah pompa tidak asal saja. Warga yang telah lama tinggal di kawasan itu juga dipindahkan ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Sumur Welut.

”Warga yang ber-KTP Surabaya, bukan sekadar kami pindahkan ke rusun, tapi juga sediakan pekerjaan. Kami juga berkoordinasi dengan Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) khusus warga non-KTP Surabaya, juga akan dipindahkan ke rusun yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov),” kata Eri.

Dia menjelaskan, pemindahan warga ke rusunawa juga akan dipantau Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Setelah warga yang ber-KTP Surabaya dipindah ke rusunawa, diharapkan hidupnya semakin sejahtera.

”Saya harapkan, kemiskinan yang masuk desil 1 di Surabaya berkurang dan pendapatannya bisa Rp 5 juta per bulan. Mengingat sebelumnya pada 2021 kan saya konsen dengan Covid-19, sedangkan sekarang di 2022 baru bisa konsen ke penanganan sumber daya manusianya,” jelas Eri.

Rencananya, pemindahan warga yang tinggal di kawasan tersebut dilaksanakan mulai Rabu (19/10), secara bertahap. Yang dipindahkan terlebih dahulu adalah warga yang tinggal di bawah kolong jembatan tol. Pemkot juga berjanji memindahkan sekolah anak-anak warga di kawasan tersebut.

”Makanya kenapa saya turun langsung ke lapangan, tujuannya untuk memastikan sekolah anak-anaknya juga. Jadi pemerintah bukan hanya menggusur tok (saja), tapi sekaligus memberikan kepastian administrasi kependudukannya, sekolah,” ucap Eri.

Semenatara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin menyebutkan, warga di bawa kolong jembatan tol ada 16 kepala keluarga (KK) sedangkan di Kampung 1001 Malam ada 146 KK. Untuk sementara, 16 warga yang sebelumnya tinggal di bawah kolong jembatan tol ditampung di kantor Kecamatan Lakarsantri.

”Karena rusunawa yang akan ditinggali masih dibersihkan sebagian, jadi sementara tinggal kami tampung di Kantor Kecamatan Lakarsantri dulu. Insya Allah selesai semua pada Rabu (19/10),” terang Anna.

Anna menambahkan, mayoritas yang tinggal di kawasan itu adalah warga Surabaya. Untuk administrasinya, lanjut dia, saat ini sedang diproses oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispnedukcapil) Agus Imam Sonhaji.

”Begitu pula dengan pemindahan sekolah, juga sedang diproses Dinas Pendidikan (Dispendik),” terang Anna.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore