
Presiden Soekarno. (Wikipedia)
JawaPos.com - Ikon Kota Surabaya tahun depan bertambah. Akan ada patung Presiden Pertama RI Ir Soekarno yang melengkapi Patung Sura dan Baya. Pemerintah kota (pemkot) telah merencanakan anggaran pembangunan patung tersebut Rp 5 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (DKKORP) Wiwiek Widayati menjelaskan, sebelum membuat patung, pihaknya mengadakan sayembara desain. Sayembara dan pengiriman karya ditutup pada 20 Oktober mendatang. ”Tahap penjurian dan presentasi dimulai pada 23–30 Oktober,” ujarnya kemarin (10/10).
Setelah desain patung ditentukan, hasil karya peserta dipamerkan kepada publik pada bulan depan. Ada beberapa ketentuan untuk desain sayembara. Salah satunya, bentuk patung seluruh tubuh.
Ekspresi mencerminkan semangat bangsa dan desain patung dalam bentuk 3 dimensi mock-up atau model miniatur. Ketinggian patung minimal 80 cm dan maksimal 100 cm serta dilengkapi dengan bentuk base atau landasan. Pemkot berhak menyempurnakan desain yang akan diaplikasikan.
Rencananya, anggaran pembuatan patung mencapai Rp 5 miliar. Angka itu telah disampaikan kepada Komisi D DPRD Surabaya pada 7 Oktober.
Wiwiek mengungkapkan, patung akan diletakkan di Jalan Ir H Soekarno (MERR). ”Karya yang tidak masuk nominasi juara dapat diambil kembali oleh peserta dalam jangka waktu dua minggu setelah pengumuman pemenang,” jelasnya.
Patung Soekarno dinilai menguatkan nilai-nilai kebudayaan di metropolis. Wiwiek menyampaikan, Surabaya menjadi kota kelahiran Sang Proklamator. Selain melalui patung, DKKORP bakal menyiapkan wisata anyar berbasis air.
Mantan kepala dinas perdagangan itu menyatakan, pihaknya bakal mengembangkan Wisata Perahu Kalimas. Rencananya, perahu juga berhenti di Peneleh. Dermaga Peneleh dipersiapkan hingga kini. Dengan begitu, wisatawan bisa menikmati wisata kebudayaan Bung Karno lewat transportasi air di Peneleh.
Sebelumnya, pada 6 Juni, ketika momen Bulan Bung Karno, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut Surabaya dan Bung Karno ibarat dua sisi dalam satu keping mata uang yang tidak terpisahkan. Dia menegaskan, Surabaya lekat dalam perjalanan hidup Bung Karno. ”Kami sangat bangga, terharu, Surabaya ditakdirkan menjadi bagian dalam perjalanan dan perjuangan Bung Karno,” tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
