
Bekas asrama anak asuh bibit unggul di Vila Kalijudan, Surabaya.
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi gencarkan langkah-langkah strategis pemkot untuk dapat mengatasi permasalahan kekerasan pada anak yang kian meningkat. Wali Kota Surabaya berencana untuk kembali menghidupkan asrama Sekolah Bibit Unggul. Tujuannya, untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak terpenuhi.
Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Selasa (30/1), menurut Cak Eri, panggilan akrab Wali Kota Eri Cahyadi, sekolah tersebut juga bakal menyasar anak berprestasi dan kurang mampu. Terutama, mereka yang menjadi korban kekerasan.
”Kita akan bangun di dekat Liponsos Kalijudan. Dulu kan (asrama sekolah bibit unggul) di Liponsos itu,” ujar Cak Eri.
Menurut dia, para anak yang menjadi korban kekerasan seksual merupakan tanggung jawab pemkot. Dia memastikan komitmennya itu sebagai salah satu bentuk perlindungan untuk anak-anak dan bisa mendapatkan jenjang pendidikan yang bagus.
”Anak-anak Surabaya yang punya prestasi. Jadi, yang punya prestasi, anak-anak kemarin (korban kekerasan) seperti habis disiksa ibunya dimasukkan situ. Sehingga kita bisa kontrol psikisnya agar kembali normal. Daripada diambil ibunya dan disiksa lagi. Kalau ibunya gak bisa jaga ya, di situ dan psikisnya terbentuk dengan baik,” ungkap Eri.
Anak-anak yang masuk ke Sekolah Bibit Unggul itu akan disekolahkan sampai tingkat SMA, bahkan mungkin kuliah di perguruan tinggi negeri. Sementara itu, asrama berfungsi untuk mengasah bakat anak, karakter, mental, dan difasilitasi.
”Sekolah biasa, tetap SMA. Tapi asrama di situ. Model seperti sekolah anak negeri. Mau dihidupkan lagi,” tegas Eri.
Cak Eri mengungkapkan, Sekolah Bibit Unggul di Kota Pahlawan sebenarnya sudah ada. Namun, para siswanya tidak berada dalam lingkungan asrama.
”Ini mau kita hidupkan asrama, agar bisa mengontrol dan memberikan pembelajaran lebih bagus lagi. Khususnya bagi anak-anak Surabaya yang memiliki prestasi,” ungkap Eri.
Salah satu alumnus Sekolah Bibit Unggul yang kini menjadi Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya Ali Murtadlo mengatakan, di asrama saat itu benar-benar difokuskan untuk belajar dan cara mendidik semi militer.
”Dulu saya di sekolah bibit unggul sejak SMA, diambil dari anak-anak yang tidak mampu, tapi punya kemampuan dalam ilmu pelajaran. Dites matematika, kimia, fisika, tapi orang tua tidak mampu menyekolahkan, itu yang diambil,” kata Ali.
Dia menambahkan, Sekolah Bibit Unggul, hanya diisi anak-anak SMA hingga kuliah. Sedangkan untuk anak-anak jenjang SD dan SMP tetap di rumah. Tapi dibiayai Pemkot Surabaya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
