
Photo
JawaPos.com- Sebagian warga Sidoarjo dikaruniai buah hati di hari spesial kemarin (17/8). Pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia itu, ada 13 bayi yang lahir di RSUD Sidoarjo. Empat bayi lahir melalui persalinan spontan atau normal dan sembilan bayi lainnya melalui Caesar.
Tiga di antara empat bayi yang lahir spontan saat itu dirawat di ruang bayi. Seorang bayi lagi masih dirawat di ruang maternal neonatal emergency (MNE). ”Semua berjenis kelamin perempuan,” kata Kepala Perawat Instalasi Peristi Bayi RSUD Sidoarjo Siti Yunaria.
Sementara itu, bayi yang lahir melalui Caesar terdiri atas lima bayi laki-laki serta empat lainnya berjenis kelamin perempuan. Semua bayi yang lahir di hari kemerdekaan tersebut berkondisi baik. Meskipun ada bayi yang perlu perawatan di inkubator. Salah satunya karena berat badan rendah. Yakni, kurang dari berat 2,5 kilogram.
Donor Darah Masal
Bersamaan dengan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, warga di sekitar Dukuh Kupang Barat sudah tampak antre pendaftaran donor darah massal di Taokwan Thay Qing Gong. Bahkan, beberapa hari sebelumnya, sudah banyak pendaftar dari berbagai kalangan di Surabaya.
”Ternyata saat hari H lebih banyak lagi yang datang. Minat untuk donor darah sangat tinggi,” ucap Leonardi Lau, ketua Perkumpulan Umat Tao Indonesia (PUTI).
Penyelenggaraan donor darah massal tersebut jadi yang pertama diselenggarakan PUTI Peduli bersama umat Tao di Thay Qing Gong. Mereka juga bekerja sama dengan Gusdurian Peduli dan Palang Merah Indonesia untuk mengadakan acara.
”Biasanya kami adakan kegiatan kepedulian ke panti-panti. Ini kali pertama kami adakan donor darah massal secara mandiri,” ucap Vivianti, salah satu pengurus Taokwan Thay Qing Gong.
Dhanny Kurniawan, ketua panitia, mengatakan, warga dari berbagai wilayah datang untuk berdonor ke tempat ibadah mereka itu. ”Bahkan, yang dari umat kami sendiri hanya kami batasi 30 persen dari pendaftar berbagai kawasan,” ungkap dia.
Harapannya, di perayaan HUT Ke-77 Kemerdekaan Indonesia kemarin, keberagaman dan rasa saling peduli bisa dicapai bersama-sama. ”Kami menggandeng banyak komunitas supaya informasi ini juga bisa diterima banyak orang. Ternyata, antusiasmenya malah melebihi prediksi kami,” sahut Leonardi.
Pihaknya berharap pasokan darah yang disumbangkan kemarin bisa membantu lebih banyak nyawa nantinya. Selain itu, PUTI Peduli menyiapkan sembako berisi beras, minyak goreng, dan gula untuk seratus orang warga yang mendonorkan darahnya. ”Dari umat kembali untuk umat dan warga juga,” tutur Vivianti.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
