
Photo
JawaPos.com- Produksi budi daya ikan dalam kolam di Sidoarjo cukup tinggi. Tahun lalu, jumlah produksi mencapai 24,2 ribu ton. Tahun ini, pemkab menatok target lebih banyak lagi.
Sebanyak 24,2 ribu ton tersebut dominan jenis lele dengan capaian hingga 22,9 ribu ton per tahun. Selain itu, ada ikan patin sebanyak 543,8 ton, lalu 372,5 ton ikan nila, 258,2 ton ikan gurami, 92 ton ikan tawes, dan 47,9 ton ikan bawal.
Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo Bachruni Aryawan mengatakan, selain potensi ikan di lahan tambak yang mencapai 15,5 ribu hektare, potensi ikan dalam kolam juga dioptimalkan. ’’Ada program pelatihan bagi pembudi daya, sudah mulai sejak awal tahun,’’ jelas Bachruni.
Hingga akhir tahun nanti, setidaknya minimal ada 10 kali pelatihan untuk para pembudi daya kolam air tawar dan air payau. ”Ada 1.000 orang pembudi daya air tawar dan 3.000 orang pembudi daya air payau,’’ katanya.
Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok binaan. Diharapkan dengan pelatihan itu, tidak banyak ikan yang mati, ikan cepat besar, dan bisa mengoptimalkan lahan yang tidak begitu luas.
Upaya lainnya, lanjut dia, memperbanyak kolam ikan buatan dari terpal. Dinas perikanan mengupayakan pemberian bantuan kolam terpal bagi pembudi daya. ”Kalau kolamnya bertambah, produktivitasnya juga bertambah. Dengan upaya-upaya tersebut, semoga tahun ini lebih banyak lagi hasil panennya,’’ jelas Bachruni.
Harapannya, selain hasil tambak seperti bandeng dan udang, hasil ikan kolam dari Sidoarjo juga melimpah.
Sukma Aditama Patmanegara, salah seorang pembudi daya ikan lele asal Sedati, mengatakan, sebagai pembudi daya, pihaknya ingin membuktikan dulu bahwa desanya bisa dijadikan tempat budi daya lele. Setelah itu, dia ingin mengajak tetangga yang lain.
”Sebab, syarat dari dinas harus berkelompok baru bisa mendapat bantuan. Jadi, saya ingin buktikan dulu, baru setelah itu ajak rekan lain biar bisa berkelompok,’’ katanya.
Senada dengan dinas, dia ingin hasil panen meningkat. ”Kami juga ingin di Semampir ini jadi sentra perikanan tawar di Sedati atau Sidoarjo,’’ harapnya. Karena itu, upaya pelatihan dan lainnya akan disambut baik. ’’Selama ini, yang jadi kendala adalah kualitas air yang terlalu banyak kadar zat besi. Sehingga harus ada treatment khusus,’’ jelasnya.
Dengan adanya pelatihan dari dinas, tentu kendala-kendala sejenis bakal diminimalkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
