
Photo
JawaPos.com- Suwarsih, warga Sugihwaras, Kecamatan Candi, Sidoarjo, selama ini dikenal sebagai sosok yang baik di mata tetangganya. Karena itu, warga sekitar kaget saat wanita berusia 40 tahun itu ditemukan tewas, pada Senin (18/7) kemarin.
Rofika, tetangga kanan rumah korban, ingat bahwa Suwarsih bercerita sesuatu. Ibu satu anak itu mengaku hendak pergi ke kawasan Jemabatan Suramadu (Surabaya-Madura) bersama suami keduanya. Karena itu, anak semata wayangnya dititipkan ke adiknya.
Rofika menuturkan, sejak itu dirinya melihat lampu teras rumah Suwarsih terus menyala. Dari pagi hingga siang. Dia pun tidak curiga. Sebab, Rofika menyangka Suwarsih belum pulang. Sampai akhirnya, dia mendengar kabar Suwarsih meninggal. ’’Biasanya itu kalau Minggu pasti keluar kok,’’ ungkapnya.
Karena itu, dia merasa aneh. Korban ada di dalam, tapi rumahnya digembok dari luar. Selama dua hari terakhir, Rofika juga mengaku tidak melihat suami Suwarsih lewat di depan rumahnya seperti biasanya. Dia menganggap keduanya masih liburan. ”Biasanya setiap hari suaminya selalu lewat,” kata Fika.
Dia ingat suami Suwarsih selalu menuntun motor matik berwarna hitam. ’’Kalau ngenalin diri ke warga ada yang bilang namanya Irwan, Zainudin, Junaidi gitu, saya tidak tahu nama pastinya,’’ ungkapnya.
Dari cerita yang didapat Rofika, Suwarsih bercerai tiga tahun lalu. Setelah itu, pindah ke Desa Sugiwaras dua tahun lalu, bersama suami keduanya. Dia tidak tahu kapan mereka menikah. Yang dia tahu, suara teriakan pertengkaran antara suami dan korban sering terdengar.
Bahkan, hal itu seolah sudah menjadi rahasia umum di warga sekitar. Suara pertengkaran mudah terdengar karena jarak antarrumah tidak begitu jauh. Apalagi, gang mereka sempit. Lebar sekitar 1 meter. ’’Ya bertengkarnya kadang pas mau berangkat kerja atau pas malam gitu,’’ ujar Rofika.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat Suwarsih. Kali pertama yang mendapati adalah putri semata wayangnya. Korban tergeletak di kamar rumah, yang terkunci dari luar sekitar pukul 05.30 WIB. Tubuh perempuan itu bersimbah darah. Ditutupi selimut serta bantal.
Sekitar pukul 07.30 WIB, polisi beserta ambulans datang untuk olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Porong. Garis polisi pun sudah terpasang di rumah berukuran 4 x 8 meter itu. Selama ini, korban dikenal bekerja di pabrik sepatu di wilayah Tulangan.
Hingga kini, Polresta Sidoarjo masih belum memberikan penjelasan resmi tentang penemuan mayat Suwarsi tersebut. Namun, kabarnya akan disampaikan Kapolresta Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
